Mudik Gratis Pemprov Jakarta 2025 Layani 20 Kota di Enam Provinsi Yuk Cek Ada Provinsi Apa Saja?
Tanggal: 27 Mar 2025 11:59 wib.
Pemerintah Provinsi Jakarta dengan bangga mengumumkan pelaksanaan program mudik gratis untuk masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman dalam rangka merayakan Lebaran tahun 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi para pemudik dengan sarana transportasi yang nyaman dan efisien. Pada hari Kamis, 27 Maret 2025, para peserta mudik akan diberangkatkan menggunakan armada bus dari lokasi bersejarah Silang Monas di sisi barat Jakarta. Kegiatan ini telah menjadi tradisi dan salah satu inisiatif positif dari Pemprov untuk mendukung masyarakat dalam merayakan momen penting ini.
Gubernur Jakarta, Pramono, menjelaskan dengan antusias bahwa tahun ini, program mudik gratis ini akan menjangkau 20 kota yang tersebar di enam provinsi. Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyampaikan, “Pemudik akan berangkat menuju 20 kota, enam provinsi,” saat melepas peserta mudik gratis di Monas. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Jika kita melihat ke peta perjalanan, ke-20 kota tujuan mudik gratis yang telah ditentukan mencakup sejumlah kota besar dan strategis. Di provinsi Sumatera, misalnya, terdapat Bandar Lampung dan Palembang sebagai dua tujuan utama. Jawa Barat juga tidak ketinggalan, dengan Tasikmalaya dan Kuningan sebagai kota-kota yang akan menjadi titik tujuan. Selain itu, Jawa Tengah memiliki beberapa tujuan menarik, seperti Tegal, Pekalongan, Semarang, Kebumen, Cilacap, Purwokerto, dan Wonosobo. Tidak jauh dari situ, DI Yogyakarta menawarkan destinasi Yogyakarta yang terkenal dengan budaya dan wisatanya. Sedangkan, dari Jawa Timur, pemudik dapat menikmati perjalanan ke Madiun, Kediri, Jombang, Malang, dan Sidoarjo. Ada juga dua kota dari Jawa Tengah dan DIY, yaitu Solo, Wonogiri, dan Sragen.
Tak hanya itu, partisipasi masyarakat kali ini juga terbilang memuaskan, dengan jumlah peserta mencapai 26.392 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 11 persen dari target awal yang ditetapkan sebelumnya, yaitu 23.000 orang. Hal ini mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap program ini.
Pemerintah Provinsi Jakarta juga telah mengantisipasi kebutuhan khusus dalam program mudik ini. Sebanyak 215 kursi di dalam empat unit bus telah disediakan oleh Baznas untuk para penyandang disabilitas. Inisiatif ini menunjukkan perhatian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan semua lapisan masyarakat, yang merupakan salah satu keunggulan dari program mudik gratis tahun ini.
Pramono juga menekankan bahwa program mudik ini tidak mengenakan biaya sepeser pun. Ia mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan segala bentuk pungutan liar melalui aplikasi pengaduan resmi Pemprov Jakarta. “Pemerintah Jakarta betul-betul menegaskan bahwa mudik ini adalah anti pungli. Kami didukung oleh Polda, Pangdam, Kejaksaan, dalam upaya melawan pungli,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pramono menambahkan bahwa Jakarta tetap menjadi kota yang terbuka bagi siapa saja yang ingin mencari nafkah setelah merayakan Lebaran. “Jika ada warga yang ingin bergabung dengan saudara-saudara mereka di Jakarta, kami secara prinsip terbuka dan tidak akan melakukan penertiban sebagaimana yang pernah dilakukan sebelumnya.” Ini adalah sebuah pernyataan positif yang menunjukkan komitmen Pemprov untuk menciptakan suasana yang ramah dan inklusif bagi semua warga.