Sumber foto: fakta.indo

Momen Presiden Jokowi Menolak Masuk Jebakan Negara-Negara Maju di KTT G20

Tanggal: 9 Mar 2024 12:07 wib.
Presiden Jokowi hampir terkena jebakan negara-negara maju saat gelaran KTT G20 di Roma, Italia. Pada satu kesempatan, Jokowi diarahkan ke sebuah ruangan, bersama 16 negara lain, untuk menandatangani sebuah dokumen kerja sama yang belum ia baca sebelumnya.

“Saya sempat berpikir, apa bagusnya kalau kita ikut? Begitu saya baca, waduh, ternyata kita disuruh ekspor bahan mentah lagi,” ucap Jokowi di Jakarta, Rabu (22/12), dikutip dari Merdeka.

Ketika Presiden mengetahui secara jelas maksud terselubung dari kerja sama itu, Presiden Jokowi langsung menghentikan langkahnya. “Begitu mau masuk ruangan, saya katakan tidak. Kita tidak ikut. Akhirnya, semua bubar. Tidak jadi tanda tangan kerja sama. Karena kita tidak mau, jadi buyar semua. Saya tahu, sebenarnya yang diincar hanya Indonesia saja,” jelas Jokowi.

Sebagaimana diketahui, Indonesia, sejak 1 Januari 2020, sudah menghentikan penjualan nikel mentah ke luar negeri. Akibatnya, Indonesia digugat oleh Amerika dan negara Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Namun, berkat kebijakan tersebut, pendapatan dari ekspor nikel meroket signifikan hingga 1.600%.

“Kedepannya, kita incar stop ekspor bauksit mentah, kemudian tembaga, kemudian timah. Inilah yang kita dorong hilirisasi. Nggak hanya urusan tembaga, nikel, timah, tapi juga akan kita dorong di perkebunan, perikanan, perlautan, pertanian. Saya yakin, kalau kita lakukan ini, ekspor kita akan naik berkali-kali lipat,” lanjut Jokowi.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved