Sumber foto: Google

Misteri Hilangnya Nisan Mbah Tameng di Makam Sunan Giri

Tanggal: 26 Mar 2025 13:07 wib.
Tampang.com | Kompleks Makam Sunan Giri di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, digegerkan dengan hilangnya nisan Mbah Tameng. Nisan bersejarah tersebut diduga dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, menimbulkan pertanyaan di kalangan juru pelihara makam dan para peziarah.

Ditemukan Ditutup Kain Putih Sebelum Hilang

Juru Pelihara Kompleks Makam Sunan Giri, Rusdian, mengungkap bahwa kejadian ini pertama kali terdeteksi pada Rabu (19/3/2025). Saat itu, petugas makam menemukan kedua nisan Mbah Tameng dalam kondisi tertutup kain putih, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terjadi.


"Padahal sebelum-sebelumnya tidak pernah ada penutupnya. Kemudian keesokan harinya, Kamis (20/3) pagi, saat dicek kembali, nisan tersebut sudah hilang," ujar Rusdian, Selasa (25/3/2025).


Ia menduga pencurian terjadi pada Rabu malam, mengingat pada siang harinya nisan masih berada di tempatnya. Setelah melakukan pencarian di sekitar makam, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan nisan tersebut.

Siapa Mbah Tameng?

Mbah Tameng bukanlah cicit Sunan Giri, melainkan seorang santri sekaligus pelindung Sunan Giri pada masa peperangan.


"Beliau bukan cicit Sunan Giri. Bisa dikatakan santri dan pelindung yang membentengi beliau, sehingga disebut Mbah Tameng," jelas Rusdian.


Peran Mbah Tameng dalam sejarah Islam di Gresik cukup penting, karena ia dikenal sebagai penjaga keamanan Sunan Giri dan murid setianya.

Dugaan Motif di Balik Pencurian

Hilangnya nisan bersejarah ini memunculkan berbagai spekulasi. Beberapa dugaan menyebut pencurian ini dilakukan untuk kepentingan mistis atau komersial. Mengingat nisan tersebut merupakan batu pahatan bersejarah, ada kemungkinan bahwa pelaku ingin menjualnya kepada kolektor benda antik.

Panggilan untuk Penyelidikan Lebih Lanjut

Kehilangan ini menambah daftar kasus pencurian benda bersejarah di Indonesia. Pihak pengelola makam berharap aparat berwenang segera menyelidiki kejadian ini agar artefak bersejarah tersebut dapat ditemukan kembali dan dikembalikan ke tempatnya semula.

Para peziarah dan masyarakat sekitar juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan segala hal mencurigakan di sekitar kompleks makam guna mencegah kejadian serupa terulang.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved