Mengubah Pola Pikir Menuju Lingkungan Bersih: Pesan Susi Pudjiastuti dalam Menangani Masalah Sampah
Tanggal: 23 Feb 2025 17:45 wib.
Tampang.com | Pada hari Minggu, 23 Februari 2025, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menghadiri peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang berlangsung di Pantai Batukaras, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Dalam kesempatan ini, Susi menekankan pentingnya mengubah perilaku masyarakat dalam menangani masalah sampah, terutama sampah plastik yang saat ini menjadi permasalahan serius di lingkungan kita.
Susi dengan tegas menyatakan dukungannya terhadap kampanye "Tidak untuk Plastik Sekali Pakai". Menurutnya, langkah pertama dalam menjaga kebersihan pantai dan lingkungan adalah dengan membersihkan area tersebut dari sampah plastik sebelum melakukan aktivitas lainnya seperti bermain paddle atau terbang. Hal ini ia sampaikan di depan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto yang hadir dalam acara tersebut.
Susi mengingatkan bahwa tanpa perubahan kebiasaan masyarakat, masalah sampah hanya akan terus berlanjut. "Kita harus melakukan aksi bersih-bersih segera, tidak ada waktu terbuang," ungkapnya, menegaskan urgensi tindakan yang harus diambil. Salah satu contoh konkret yang ia berikan adalah di Compound Susi Air Pangandaran. Di lokasi tersebut, tidak ada satu pun sampah plastik atau puntung rokok yang bisa ditemukan.
Dalam upaya menjaga kebersihan di tempat itu, Susi menjelaskan bahwa mereka menerapkan aturan yang ketat. "Di compound kita dilarang keras membuang puntung rokok, sampah plastik, dan kantong kresek. Jika ada yang melanggar, akan dikenakan denda sebesar Rp 250 ribu. Namun, bagi yang melaporkan pelanggaran ini, mereka akan mendapatkan imbalan sebesar Rp 125 ribu," jelas Susi. Dengan kebijakan ini, semua orang diberdayakan untuk menjadi 'polisi kebersihan', yang secara langsung mengajak masyarakat berpartisipasi dalam menjaga lingkungan.
Rasa takut akan sanksi yang cukup besar bisa menjadi motivasi bagi orang untuk berpikir dua kali sebelum membuang sampah sembarangan. "Jika ada sanksi yang tegas, orang-orang mungkin akan berpikir lebih keras sebelum membuang sampah," ujar Susi, menyoroti pentingnya penegakan hukum yang efektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Susi juga mengusulkan kepada pemerintah untuk menerapkan kebijakan serupa yang sudah dia lakukan di compound-nya. "Pemerintah harus berani mencoba hal-hal baru seperti ini. Saya percaya dengan langkah konkret dan berani, kita bisa berhasil menjaga lingkungan kita," pungkasnya dengan penuh harapan. Melalui pendekatan yang inovatif dan kolaboratif seperti ini, diharapkan masyarakat akan semakin peduli dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan serta keberlanjutan ekosistem di sekitar mereka.