Sumber foto: Google

Mengenal Neanderthal: Kerabat Purba Manusia yang Masih Hidup dalam DNA Kita

Tanggal: 26 Mar 2025 13:24 wib.
Tampang.com | Neanderthal adalah kerabat manusia purba yang paling dekat dan pernah menjelajahi Bumi selama ratusan ribu tahun. Meskipun telah punah, sebagian kecil dari DNA mereka masih hidup dalam tubuh manusia modern.

Neanderthal termasuk dalam kelompok hominin, yaitu cabang evolusi yang mencakup manusia (Homo sapiens), kerabat kita yang telah punah, serta spesies lain yang terkait, seperti Denisovan. Manusia dan Neanderthal berbagi nenek moyang yang sama sekitar 600.000 hingga 800.000 tahun lalu. Setelah itu, Neanderthal berkembang menjadi spesies yang berbeda sekitar 400.000 hingga 350.000 tahun lalu sebelum akhirnya punah sekitar 34.000–40.000 tahun yang lalu.

Penampilan Neanderthal: Mirip, tapi Tak Sama

Dari belakang, Neanderthal mungkin tampak seperti manusia biasa—berjalan tegak dan memiliki tubuh yang kuat. Namun, jika dilihat lebih dekat, ada beberapa perbedaan yang mencolok:



Tengkorak lebih panjang dan tidak bulat seperti manusia modern.


Dahi lebih rendah dan menonjol dibanding Homo sapiens.


Rongga dada lebih besar dan hidung lebih lebar, yang membantu mereka beradaptasi dengan cuaca dingin.


Bentuk otak berbeda, yang mungkin berpengaruh pada cara berpikir dan perilaku mereka.



Apakah Neanderthal Termasuk Spesies yang Sama dengan Manusia?

Neanderthal diklasifikasikan sebagai spesies berbeda dengan nama ilmiah Homo neanderthalensis. Meskipun mereka bisa kawin dengan manusia modern dan menghasilkan keturunan yang subur, ilmuwan tetap menganggapnya sebagai spesies tersendiri.

Sebagai perbandingan, beruang kutub dan beruang cokelat juga bisa kawin dan menghasilkan keturunan yang subur, tetapi mereka tetap dianggap sebagai spesies yang berbeda.

Apakah Neanderthal Bisa Berbicara?

Sebagian besar ilmuwan percaya bahwa Neanderthal memiliki kemampuan berbicara. Struktur telinga bagian dalam mereka menunjukkan bahwa komunikasi vokal mungkin penting dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Namun, seberapa kompleks bahasa mereka masih menjadi perdebatan. Beberapa ahli memperkirakan bahwa mereka bisa berbicara seperti anak usia 3 tahun, mampu menyebut warna, bentuk, dan jumlah, tetapi kurang mampu menyusun kalimat kompleks.

Neanderthal juga memiliki versi gen FOXP2, yang berperan dalam kemampuan berbicara manusia, meskipun cara kerjanya sedikit berbeda dibanding Homo sapiens.

Mengapa Neanderthal Punah?

Kepunahan Neanderthal sekitar 40.000 tahun lalu masih menjadi misteri besar. Beberapa faktor yang diduga berperan dalam kepunahan mereka antara lain:



Perubahan iklim ekstrem yang mengubah lingkungan dan mengurangi jumlah hewan buruan.


Persaingan dengan Homo sapiens, yang mulai menyebar ke Eurasia dan berburu di wilayah yang sama.


Kelompok kecil dan terisolasi, yang menyebabkan perkawinan sedarah dan menurunkan keragaman genetik.


Kemungkinan asimilasi, di mana Neanderthal tidak sepenuhnya punah, tetapi DNA mereka bercampur dengan manusia modern melalui perkawinan silang.



Jejak DNA Neanderthal dalam Tubuh Manusia Modern

Para ilmuwan menemukan bahwa manusia modern di luar Afrika memiliki sekitar 1% hingga 2,4% DNA Neanderthal. Bahkan, beberapa orang di Afrika juga memiliki sedikit DNA Neanderthal akibat migrasi manusia dari Eurasia kembali ke Afrika.

Beberapa gen Neanderthal yang diwarisi oleh manusia modern memiliki dampak penting, seperti:
Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
Memengaruhi kesuburan dan ritme tubuh (circadian clock).

Namun, ada juga efek negatif:
Beberapa gen Neanderthal terkait dengan penyakit autoimun seperti lupus dan Crohn.
Varian tertentu dari DNA mereka dapat meningkatkan risiko COVID-19 berat.

Kesimpulan

Neanderthal mungkin telah punah, tetapi mereka tidak benar-benar hilang. DNA mereka masih hidup dalam tubuh manusia modern dan memengaruhi berbagai aspek kesehatan serta kehidupan kita hari ini.

Meskipun mereka berbeda dengan Homo sapiens, Neanderthal adalah bagian dari sejarah evolusi kita—sebuah pengingat bahwa kita pernah berbagi dunia dengan kerabat purba yang kini hanya tersisa dalam jejak genetik kita. 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved