Mengenal Karakteristik Pelaku Child Grooming dan Siapa Saja yang Berisiko

Tanggal: 2 Apr 2025 14:27 wib.
Tampang.com | Dalam upaya mencegah pelecehan seksual terhadap anak, penting bagi masyarakat untuk memahami karakteristik dari pelaku child grooming. Psikolog klinis yang berpraktik, Kasandra A. Putranto, menyampaikan bahwa pelaku biasanya membangun hubungan emosional yang kuat dengan anak-anak, baik itu di lingkungan nyata maupun melalui dunia maya. Kasandra menjelaskan, "Pelaku sering kali berusaha mendapatkan kepercayaan anak dengan cara yang halus, sehingga anak merasa aman dalam berinteraksi dengan mereka."Sifat manipulatif adalah salah satu ciri khas pelaku grooming. Mereka sangat terampil dalam menenun manipulasi emosional, sehingga mampu membentuk ikatan yang kuat dengan anak serta dengan orang dewasa di sekitar mereka.

Dalam banyak kasus, pelaku menunjukkan empati dan perhatian yang berlebihan terhadap anak sebagai strategi untuk membuat mereka merasa bahwa pelaku sangat peduli dan mengerti kebutuhan mereka.Pelaku child grooming sering kali memiliki kemampuan sosial yang baik, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk bergaul dengan anak-anak dan disukai oleh orang dewasa. Mereka dapat menunjukkan minat yang tidak biasa terhadap hobi anak-anak, seperti bermain game atau berolahraga, yang membuat mereka terlihat lebih dekat dan akrab dengan anak.Namun, di balik penampilan simpatik ini, pelaku biasanya menyembunyikan niat buruk mereka, menggunakan berbagai cara untuk menjaga agar perilaku mereka tetap tersembunyi. Beberapa pelaku mungkin memiliki riwayat perilaku menyimpang atau pelecehan seksual di masa lalu, yang semakin menambah risiko bagi anak-anak.Para pelaku dapat berasal dari berbagai kalangan, seperti anggota keluarga, guru, atau orang dewasa lain yang memiliki jalan masuk ke dalam kehidupan anak. Dalam situasi tertentu, bahkan anak remaja atau yang lebih tua dapat menjadi pelaku terhadap anak yang lebih muda.

Selain itu, pelaku tidak jarang memanfaatkan media sosial, aplikasi pesan, dan platform permainan untuk membangun hubungan dengan target mereka, termasuk menggunakan posisi sebagai pekerja sosial atau konselor untuk memanipulasi anak.Kasandra turut mengungkapkan bahwa anak-anak yang merasa kesepian, terasing, atau kurang percaya diri sering kali menjadi target ideal bagi pelaku. Anak-anak dengan masalah di rumah atau yang memiliki pengetahuan terbatas tentang dunia luar lebih mudah terpengaruh dan bisa menjadi sasaran empuk untuk grooming, terutama jika mereka aktif di media sosial dan platform online lainnya.Setelah mengetahui karakteristik anak yang menjadi incaran, pelaku dapat menjalankan taktik untuk membangun kepercayaan selama periode waktu tertentu, menciptakan ikatan emosional yang kokoh sebelum mulai mengarah ke tindakan yang lebih berbahaya. Pelaku sering kali memberikan pujian berlebihan dan perhatian yang membuat anak merasa istimewa, meningkatkan rasa percaya diri anak terhadap mereka.

Dengan cara ini, pelaku menciptakan lingkungan yang aman bagi korban, sehingga anak merasa nyaman untuk berbagi informasi pribadi yang seharusnya tetap terjaga.Proses manipulasi yang digunakan pelaku bisa sangat kompleks. Mereka mungkin menggunakan teknik seperti gaslighting, yang membuat anak merasa bingung dan meragukan diri sendiri, sehingga memperkuat kendali pelaku terhadap anak. Salah satu strategi lain yang digunakan adalah berusaha mengisolasi anak dari interaksi sosial dengan teman dan keluarga, sehingga anak akan bergantung pada pelaku untuk dukungan emosional.Proses child grooming dapat berlangsung dari beberapa minggu hingga beberapa tahun, tergantung pada kecerdikan strategi pelaku dalam membangun kepercayaan sebelum melakukan eksploitasi. Dengan waktu dan usaha, mereka dapat menciptakan hubungan yang kuat yang akan sulit dipatahkan oleh anak, sehingga memudahkan mereka untuk melanjutkan tindakan yang merugikan tersebut. Hal ini menjadikan penting bagi orang tua dan masyarakat untuk lebih memahami perilaku dan karakteristik pelaku, guna melindungi anak-anak dari risiko pelecehan seksual.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved