Mengenal Jamal, Pionir Energi Terbarukan di Dusun Bondan
Tanggal: 24 Mar 2025 09:28 wib.
Tampang.com | Dusun Bondan, yang terletak di Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, Jawa Tengah, harus menempuh perjalanan panjang demi menikmati listrik. Untuk mencapai dusun ini, warga harus menempuh perjalanan 1,5 jam menggunakan perahu compreng atau kapal kecil dari Dermaga Sleko, dekat dengan Nusakambangan.
Ketika malam tiba, dusun ini gelap gulita karena belum tersentuh jaringan listrik PLN. Warga hanya mengandalkan pelita minyak tanah atau menarik kabel dari desa lain yang berjarak hingga 5 km. Kondisi ini mendorong seorang pemuda lokal, Mohamad Jamaludin, untuk mencari solusi demi kemandirian energi di dusunnya.
Inovasi Energi Bersih: PLTH Dusun Bondan
Jamaludin atau Jamal menggandeng PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Cilacap untuk mencari solusi energi yang berkelanjutan. Dari upaya ini, lahirlah program Desa Energi Berdikari E-mas Bayu & E-Mbak Mina, akronim dari Energi Mandiri Tenaga Surya dan Angin (Bayu) serta Energi Mandiri Tambak Ikan (Mina).
Pada tahun 2017, Dusun Bondan mulai membangun sistem Hybrid Energy One Pole (HEOP) yang menggabungkan panel surya dan kincir angin. Dua tahun kemudian, proyek ini berkembang menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) dengan kapasitas lebih besar, terdiri dari lima unit kincir angin dan 24 panel surya.
PLTH ini kini menerangi 78 rumah dan fasilitas umum serta memiliki berbagai manfaat tambahan, seperti:
Mendukung tambak ikan melalui aerator yang memperkaya kandungan oksigen dalam air.
Mengoperasikan alat desalinasi air yang mengubah air payau menjadi air layak konsumsi.
"Saat kita terus bersahabat dan peduli dengan alam, ia tidak akan kejam dan membiarkan kita tenggelam dalam kegelapan," ujar Jamal.
Dampak Positif: Ekonomi dan Kesadaran Lingkungan Meningkat
Dengan adanya energi terbarukan, Dusun Bondan kini lebih mandiri secara ekonomi. Pemanfaatan energi bersih tidak hanya memberikan listrik, tetapi juga meningkatkan produktivitas usaha tambak ikan melalui teknologi tambak polikultur biofilter.
Teknologi ini memungkinkan budidaya ikan bandeng, udang, dan kerang totok secara bersamaan, yang dipadukan dengan tanaman mangrove. Hasilnya, pendapatan masyarakat meningkat dan kesadaran lingkungan semakin tinggi.
Jamal dan Sertifikasi Ketenagalistrikan
Untuk memastikan keberlanjutan program ini, Jamal mengikuti program sertifikasi ketenagalistrikan yang diadakan oleh Pertamina bekerja sama dengan Kementerian ESDM. Sertifikasi ini bertujuan untuk:
Meningkatkan keterampilan teknis dalam pemasangan dan pemeliharaan listrik.
Memberikan pengakuan resmi kepada peserta sebagai tenaga teknik ketenagalistrikan.
Sebagai salah satu dari 22 local heroes dari 12 provinsi di Indonesia, Jamal merasa bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi keberlanjutan PLTH di Dusun Bondan.
"Dengan wawasan dan ilmu yang saya dapatkan, saya berharap PLTH ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di masa depan," kata Jamal.
Dukungan Pertamina untuk Energi Berkelanjutan
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa program Desa Energi Berdikari (DEB) merupakan upaya untuk menciptakan kemandirian energi berbasis sumber daya lokal.
Program ini menjadi bagian dari strategi Pertamina untuk:
Memperkenalkan energi bersih ke masyarakat pedesaan.
Mendukung ketahanan energi nasional dan menekan emisi karbon.
Meningkatkan perekonomian desa melalui energi terbarukan.
Dengan berbagai inisiatif ini, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060, sejalan dengan penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnisnya.