Mengapa Ular Kobra Sering Masuk ke Permukiman? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
Tanggal: 26 Mar 2025 13:00 wib.
Tampang.com | Ular kobra adalah salah satu jenis ular berbisa yang sering ditemukan di Indonesia. Keberadaannya kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama ketika memasuki rumah atau permukiman penduduk. Belakangan ini, semakin banyak laporan mengenai kemunculan ular kobra di lingkungan manusia. Apa yang menyebabkan hal ini? Jenis kobra apa saja yang ada di Indonesia? Dan bagaimana cara mencegahnya masuk ke rumah? Simak penjelasannya berikut ini.
Jenis Ular Kobra di Indonesia
Indonesia memiliki tiga jenis kobra yang tersebar di berbagai wilayah, yaitu:
1. Kobra Jawa (Naja sputatrix)
Ciri khas: Dapat menyemburkan bisa hingga jarak 2 meter, sehingga disebut juga "kobra penyembur".
Persebaran: Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Nusa Tenggara, hingga Flores.
Fakta unik: Kobra Jawa sering ditemukan di permukiman karena mudah beradaptasi dengan lingkungan manusia. Warna tubuhnya lebih gelap di bagian barat Jawa dan semakin terang ke arah timur.
2. Kobra Sumatra (Naja sumatrana)
Ciri khas: Bisa menyemburkan bisa dengan warna tubuh hitam mengkilap atau kecokelatan.
Persebaran: Sumatra, Kalimantan, dan Kepulauan Riau.
3. King Cobra (Ophiophagus hannah)
Ciri khas: Ular berbisa terpanjang di dunia, bisa mencapai 5,5 meter. Tidak menyemburkan bisa, tetapi bisanya sangat mematikan.
Persebaran: Hutan Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi.
Fakta unik: Meski disebut "kobra", King Cobra sebenarnya termasuk genus yang berbeda, yaitu Ophiophagus, tetapi sering dikelompokkan karena karakteristiknya yang mirip.
Habitat Alami Ular Kobra
Kobra adalah hewan yang sangat adaptif dan dapat bertahan di berbagai lingkungan. Habitat yang ideal bagi mereka meliputi:
Daerah tropis lembap: Suhu 25–30°C dan kelembapan tinggi membantu metabolisme mereka.
Lingkungan terbuka hingga hutan: Kobra Jawa dan Sumatra sering ditemukan di sawah, perkebunan, dan semak belukar, sedangkan King Cobra lebih menyukai hutan lebat.
Dekat sumber air: Sungai, rawa, dan persawahan menjadi habitat yang cocok karena banyak tersedia mangsa seperti tikus dan katak.
Tempat berlindung: Kobra sering bersembunyi di lubang tanah, tumpukan kayu, atau bebatuan.
Menurut Amir Hamidy, peneliti reptil dari LIPI, banyaknya ular kobra di permukiman manusia terjadi karena wilayah tersebut dulunya merupakan habitat alami mereka. Dengan pembangunan yang semakin luas, kobra tetap bertahan karena mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.
Mengapa Ular Kobra Sering Masuk Rumah?
Ada beberapa faktor yang menyebabkan kobra masuk ke rumah atau permukiman:
1. Hilangnya Habitat Alami dan Predator
Deforestasi dan alih fungsi lahan membuat habitat kobra semakin sempit, sehingga mereka harus mencari tempat tinggal baru. Selain itu, hilangnya predator alami seperti elang dan biawak menyebabkan populasi kobra meningkat.
2. Ketersediaan Makanan di Permukiman
Tikus adalah makanan utama kobra, dan permukiman manusia sering menjadi tempat berkembang biaknya tikus. Dengan banyaknya makanan yang tersedia, kobra pun tertarik untuk tinggal di sekitar rumah warga.
3. Tempat Bertelur yang Nyaman
Musim penghujan adalah waktu di mana telur kobra menetas. Induk kobra biasanya bertelur di tempat yang lembap, seperti lubang tanah atau tumpukan daun kering, lalu pergi meninggalkannya.
Sekali bertelur, kobra bisa menghasilkan 13–20 butir telur.
Anakan ular akan menyebar ke berbagai tempat, termasuk ke dalam rumah.
Tumpukan barang, sampah, dan celah rumah bisa menjadi tempat berlindung yang ideal bagi bayi kobra.
4. Perubahan Iklim dan Pencarian Air
Di musim kemarau, kobra sering masuk rumah untuk mencari sumber air, terutama jika habitat alaminya mulai mengering.
Cara Mencegah Ular Kobra Masuk ke Rumah
Untuk mengurangi risiko ular kobra masuk ke rumah, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
1. Jaga Kebersihan Lingkungan
Jangan menumpuk barang bekas, kayu, atau sampah yang bisa menjadi tempat persembunyian ular.
Bersihkan halaman secara rutin untuk mengurangi tempat berlindung bagi kobra.
2. Kendalikan Populasi Tikus
Tutup lubang saluran air dan retakan rumah yang bisa menjadi jalur masuk tikus.
Simpan makanan dalam wadah tertutup rapat agar tidak menarik tikus.
3. Tutup Celah dan Lubang di Rumah
Periksa dan tutup celah di pintu, ventilasi, atau dinding rumah yang bisa menjadi jalur masuk ular.
Pasang kawat kasa atau penutup khusus di saluran air untuk mencegah ular masuk.
4. Gunakan Penangkal Alami
Beberapa tanaman diketahui dapat mengusir ular, seperti:
Serai wangi
Bunga lavender
Daun sirsak
5. Jika Menemukan Kobra, Lakukan Hal Ini
Jangan panik atau mencoba menangkap sendiri, karena kobra bisa menyemburkan bisa ke mata.
Jaga jarak minimal 3 meter dan jangan melakukan gerakan mendadak.
Segera hubungi petugas penanganan ular, seperti pemadam kebakaran atau komunitas reptil setempat.
Kesimpulan
Fenomena meningkatnya ular kobra di permukiman manusia terjadi karena hilangnya habitat alami, melimpahnya sumber makanan, dan kemampuan adaptasi yang tinggi. Musim hujan juga menjadi faktor utama karena banyaknya anakan kobra yang baru menetas dan menyebar ke berbagai tempat.
Untuk mencegah ular masuk rumah, penting untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi populasi tikus, menutup celah rumah, serta menggunakan tanaman penangkal ular. Jika menemukan kobra, hindari kontak langsung dan segera hubungi petugas yang berwenang.