Sumber foto: Heli Expo 2025

Menekraf Dorong Kolaborasi Aviasi dan Ekonomi Kreatif sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Nasional

Tanggal: 29 Agu 2025 07:54 wib.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky menyampaikan keyakinannya bahwa sektor aviasi dapat menjadi ruang baru yang mendukung terciptanya ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) yang berkelanjutan, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Menurutnya, kolaborasi antara dunia aviasi dengan pelaku ekraf bukan hanya memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional, tetapi juga mampu melahirkan mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih segar dan dinamis. Pandangan ini ia sampaikan usai penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Kemenekraf dengan pelaku usaha transportasi udara yang berlangsung dalam ajang Heli Expo Asia (HEXIA) 2025.

Dalam keterangannya, Teuku Riefky menekankan bahwa HEXIA 2025 bukan sekadar perhelatan yang menyoroti konektivitas transportasi udara, melainkan juga wadah strategis bagi industri kreatif untuk berkolaborasi, menunjukkan karya, serta menjalin jejaring yang luas. Melalui ruang aviasi, menurutnya, dapat dibangun jembatan menuju perekonomian kreatif yang lebih inovatif, berdaya saing global, dan tetap memperhatikan keberlanjutan. Kehadiran seniman serta pelaku kreatif di ajang tersebut semakin menegaskan bahwa industri kreatif Indonesia siap beradaptasi dan bersinergi dengan sektor transportasi udara yang memiliki nilai strategis tinggi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keterlibatan pelaku transportasi udara dalam pengembangan ekraf bisa menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi dan investasi baru, terutama ketika kekayaan intelektual karya anak bangsa turut dipamerkan dalam forum internasional seperti HEXIA. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi landasan penguatan program unggulan Kemenekraf sekaligus akselerasi pertumbuhan ekraf yang diharapkan mampu menjadi the new engine of growth bagi perekonomian nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Kemenekraf juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan Whitesky Group. Kesepakatan tersebut meliputi berbagai aspek strategis, mulai dari pertukaran data dan informasi, dukungan penelitian bersama, koordinasi penyusunan kebijakan, hingga pelaksanaan kegiatan ekonomi kreatif baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, terdapat pula komitmen dalam hal perlindungan kekayaan intelektual, fasilitasi pendanaan, pemanfaatan infrastruktur bersama, strategi pemasaran, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif.

CEO Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, menuturkan bahwa melalui HEXIA 2025 pihaknya ingin membuka ruang eksplorasi lebih luas bagi pelaku ekraf maupun generasi muda untuk mengenal dan mendalami industri penerbangan dengan cara yang menyenangkan. Ajang ini tidak hanya menjadi tempat pertemuan bisnis, tetapi juga wadah pembelajaran dan inspirasi melalui lokakarya, kompetisi digital, hingga diskusi bersama akademisi, mahasiswa, dan komunitas kreatif. Denon optimistis bahwa inisiatif ini akan memperkuat ekosistem aviasi sekaligus mendorong industri kreatif Indonesia agar semakin tangguh, kompetitif, dan berdaya tarik global.

Dengan demikian, kolaborasi yang terjalin di HEXIA 2025 diyakini bukan hanya memperkokoh sektor transportasi udara, melainkan juga membuka peluang besar bagi ekonomi kreatif untuk tumbuh sebagai kekuatan baru yang mampu memberi nilai tambah sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar dunia.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved