Sumber foto: semarang.viva.co.id

Laju Lalu Lintas Terhambat Saat Arus Mudik Dan Balik Karena 16 Ribu Kendaraan Kurang Saldo E-toll

Tanggal: 14 Apr 2024 18:12 wib.
PT Jasa Marga Tbk melaporkan adanya kendala dalam laju lalu lintas di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang akibat kurangnya saldo pada e-toll sebanyak 16 ribu kendaraan. Hal ini disampaikan oleh Head of Marketing and Communication Department Jasa Marga, Faiza Riani, pada Sabtu (13/4/2024).

Menurut Faiza, keberadaan kendaraan-kendaraan tersebut telah menyebabkan penurunan kapasitas transaksi gardu tol di GT Kalikangkung sebesar -5% per jam. Jumlah 16 ribu kendaraan ini secara persentase merupakan 4% dari total 385 ribu kendaraan yang melakukan transaksi di GT Kalikangkung pada periode 3-11 April 2024. Akibat kurangnya saldo, proses top up saldo e-toll di gardu tol memengaruhi laju lalu lintas dengan adanya waktu penundaan yang signifikan.

Kendala teknis ini turut mempengaruhi kenyamanan dan kelancaran perjalanan para pemudik dan pemudik yang menggunakan jalan tol, khususnya pada masa arus mudik dan balik Lebaran. Ketidaktersediaan saldo yang memadai pada e-toll juga menyebabkan antrian yang panjang di gardu tol, mengganggu kelancaran arus lalu lintas secara keseluruhan.

Hal ini sekaligus menyoroti pentingnya perencanaan dan persiapan yang matang bagi para pemudik sebelum memulai perjalanan menggunakan jalan tol. Kesadaran akan kebutuhan saldo yang mencukupi pada e-toll menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran lalu lintas, terutama pada periode arus mudik dan balik.

Menyikapi hal ini, langkah-langkah preventif perlu diambil oleh pihak terkait, baik regulator maupun pemangku kepentingan terkait manajemen jalan tol. Edukasi kepada pengguna jalan tol mengenai pentingnya pengisian saldo e-toll yang cukup sebelum memulai perjalanan menjadi langkah awal yang perlu ditingkatkan secara massif.

Selain itu, pengawasan terhadap sistem e-toll dan saluran transaksi di gardu-gardu tol perlu diperketat untuk memastikan kelancaran dan kecukupan layanan bagi para pengguna jalan tol. Peningkatan kapasitas transaksi dan peningkatan efisiensi pengisian saldo e-toll juga harus menjadi prioritas bagi pihak terkait demi menjaga kelancaran arus lalu lintas pada jalan tol, terutama pada periode arus mudik dan balik.

Dalam jangka panjang, pemerintah bersama operator jalan tol perlu mempertimbangkan pengembangan sistem pembayaran tol yang lebih efisien dan ramah pengguna. Inovasi-inovasi dalam transaksi pembayaran tol, seperti penggunaan teknologi cashless yang semakin canggih dan mudah diakses, dapat menjadi solusi untuk mengurangi permasalahan kurangnya saldo e-toll yang berdampak pada laju lalu lintas.

Selaras dengan hal tersebut, perlu adanya sinergi antara pemerintah, operator jalan tol, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan terkait lainnya dalam mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan perjalanan para pengguna jalan tol. Dengan demikian, diharapkan ke depannya kendala kurangnya saldo e-toll yang menghambat laju lalu lintas dapat diminimalisir, khususnya saat arus mudik dan balik.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved