Sumber foto: google

KPK Gali Informasi Keberadaan Harun Masiku Lewat Ponsel Hasto Yang Disita

Tanggal: 18 Jun 2024 09:37 wib.
KPK mencari petunjuk keberadaan koruptor suap Pergantian Antarwaktu (PAW) Caleg DPR RI, Harun Masiku melalui ponsel milik Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan asistennya Kusnadi yang disita penyidik.“Yang bisa saya sampaikan adalah penyidik masih tetap berupaya menganalisa informasi maupun alat bukti yang saat ini ada sama penyidik,” ujar Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika Sugiarto kepada wartawan, Senin, (17/6/2024).

KPK juga telah memanggil Kusnadi untuk diperiksa namun tak mau hadir dengan alasan trauma pernah dibentak oleh penyidik. Alhasil, Kusnadi pun melaporkan penyidik antirasuah itu kepada Dewan Pengawas (Dewas) lalu ke Komnas HAM.“Jadi apakah itu nanti memanggil Pak Kunsadi maupun pak Hasto kedepan. Saya fikir penyidik sudah memiliki strategi. Langkah-langkahnya dan karena ini masih proses penyidikan,” sambungnya.

Langkah KPK dalam menggali informasi keberadaan Harun Masiku melalui ponsel Hasto tentunya menuai pro dan kontra di masyarakat. Ada yang mendukung langkah tegas KPK untuk memperkuat bukti dalam kasus dugaan suap, namun tidak sedikit pula yang meragukan legalitas tindakan tersebut.

Menurut Firli Bahuri, Ketua KPK, langkah pihaknya menggali informasi tersebut sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dalam penjelasannya, Firli Bahuri menyatakan bahwa upaya KPK tersebut dilakukan dengan dilengkapi surat perintah penyadapan yang diatur dalam undang-undang dan memperoleh izin dari pengadilan. Namun, tetap saja hal ini mengundang keraguan dari pihak-pihak tertentu terkait dengan etika dan aturan hukum yang harus dijalankan dalam proses penyidikan.

Selain itu, langkah KPK ini juga menimbulkan pertanyaan terkait privasi dan hak asasi manusia. Pemakaian data pribadi yang diperoleh dari hasil penyadapan juga menimbulkan perdebatan etis dalam penggunaannya. Meskipun KPK memastikan bahwa penggunaan data pribadi dari ponsel Hasto hanya digunakan untuk kepentingan penyidikan, namun tetap saja hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait penyalahgunaan kekuasaan dalam pengumpulan informasi.

Kontroversi lebih lanjut muncul ketika polemik politik ikut terlibat dalam kasus ini. KPK dianggap menggunakan kepentingan politik untuk mencari keberadaan Harun Masiku. Oleh karena itu, diharapkan KPK juga menjaga netralitasnya dalam mengungkap kasus-kasus korupsi tanpa adanya intervensi politik dari pihak manapun.

Meskipun di tengah polemik tersebut, KPK tetap menegaskan bahwa langkah menggali informasi keberadaan Harun Masiku melalui ponsel Hasto merupakan bagian dari upaya dalam mengungkap dugaan suap dengan berdasarkan fakta dan hukum yang berlaku. Langkah ini diharapkan mampu menjadi titik terang dalam kasus dugaan suap yang melibatkan Harun Masiku dan pihak-pihak terkait.

Dengan begitu, langkah KPK dalam menggali informasi keberadaan Harun Masiku lewat ponsel Hasto menjadi sorotan publik yang tak terelakkan. Sebagai lembaga penegak hukum, KPK dituntut untuk menjalankan proses penyidikan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan aturan yang berlaku secara transparan dan adil.

Dengan adanya kontroversi terkait langkah KPK dalam kasus ini, diharapkan lembaga-lembaga terkait dapat memastikan bahwa proses hukum berjalan dengan baik tanpa melanggar hak-hak asasi manusia dan aturan yang berlaku. Hasto telah menyerahkan ponselnya pada KPK dan selanjutnya publik menunggu hasil dari proses penyidikan ini. Yang jelas, upaya KPK dalam menggali informasi keberadaan Harun Masiku lewat ponsel Hasto akan memberikan dampak yang cukup signifikan dalam kasus dugaan suap ini.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved