Komisi X DPR Kecam Serangan KKB terhadap Guru dan Nakes di Yahukimo
Tanggal: 25 Mar 2025 14:57 wib.
Tampang.com | Serangan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap enam guru dan tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menuai kecaman dari berbagai pihak. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyesalkan kejadian tersebut dan meminta pemerintah serta aparat keamanan untuk segera mengambil langkah tegas demi melindungi tenaga pendidik dan kesehatan di wilayah rawan konflik.
Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sasaran Kekerasan
Hadrian menegaskan bahwa para guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di Papua memiliki peran penting dalam mencerdaskan serta menyehatkan masyarakat. Namun, ironisnya, mereka justru menjadi sasaran serangan brutal oleh KKB.
"Kejadian ini bukan hanya mengakibatkan meninggalnya mereka yang sedang menjalankan tugas mulia, tetapi juga mencerminkan ancaman serius terhadap sektor pendidikan dan kesehatan di wilayah tersebut," ujar Hadrian, Minggu (23/3/2025).
Menurutnya, serangan terhadap tenaga pendidik dan medis menunjukkan bahwa situasi keamanan di Papua masih menjadi tantangan besar. Jika tidak segera ditangani dengan serius, hal ini dapat berdampak buruk pada keberlanjutan layanan pendidikan dan kesehatan di daerah tersebut.
Desakan untuk Meningkatkan Perlindungan
Sebagai bentuk respons terhadap insiden ini, Hadrian mendesak pemerintah untuk meningkatkan perlindungan bagi para tenaga pendidik dan kesehatan, khususnya di wilayah-wilayah yang kerap menjadi sasaran kekerasan.
"Kami meminta pemerintah dan aparat keamanan untuk memastikan keselamatan mereka, sehingga mereka dapat bekerja dengan tenang tanpa rasa takut," katanya.
Lebih dari sekadar pendekatan keamanan, Hadrian juga mendorong pemerintah untuk mengambil langkah yang lebih komprehensif dalam menangani konflik di Papua. Ia menekankan pentingnya strategi yang mencakup pembangunan inklusif, pemerataan pendidikan, serta dialog terbuka dengan masyarakat setempat guna mengatasi akar permasalahan.
Evakuasi Massal Pasca-Serangan
Setelah insiden penyerangan yang terjadi pada Jumat (21/3/2025), sebanyak 46 tenaga pendidik dan medis yang bertugas di Kabupaten Yahukimo dievakuasi ke Wamena dan Sentani pada Sabtu (22/3/2025). Evakuasi ini dilakukan menggunakan pesawat perintis milik Adventist Aviation Indonesia demi menghindari ancaman lebih lanjut dari KKB.
Keenam korban yang tewas dalam serangan tersebut diketahui bertugas di Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Kristen (SD YPK) dan Puskesmas Anggruk. Tragedi ini menambah daftar panjang aksi kekerasan yang menargetkan tenaga sipil di Papua, yang seharusnya mendapat perlindungan penuh dari negara.
Harapan untuk Papua yang Lebih Aman
Hadrian berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan dan menekankan pentingnya upaya bersama untuk menciptakan Papua yang lebih aman bagi semua warganya.
"Harapannya, tenaga pendidik, tenaga medis, dan seluruh masyarakat Papua dapat bekerja dan hidup dengan aman tanpa rasa takut. Kita semua ingin melihat Papua yang lebih maju, damai, dan sejahtera," pungkasnya.
Serangan terhadap guru dan nakes di Yahukimo ini menjadi pengingat bahwa konflik di Papua masih membutuhkan perhatian serius. Pemerintah diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret untuk memastikan keamanan serta kesejahteraan masyarakat setempat.