Tampang
Lantas Polres Kendal saat memilok lubang jalan di Pantura Kendal.(KOMPAS.COM/DOK. LANTAS KENDAL)
Sumber foto: Kompas.com

Kementerian PU Siap Tambal Lubang di Jalur Pantura Demi Kelancaran Mudik

Tanggal: 30 Mar 2025 02:08 wib.
Tampang.com | Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berupaya mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025 dengan memperbaiki jalan berlubang di jalur arteri Pantura (Pantai Utara Jawa). Salah satu faktor utama penyebab kerusakan jalan adalah curah hujan tinggi serta banyaknya kendaraan truk over dimension dan overloading (ODOL) yang melintas.Jalur Pantura merupakan salah satu rute utama mudik yang selalu mengalami peningkatan volume kendaraan setiap tahunnya. Kondisi jalan yang tidak mulus sering kali menjadi penyebab kecelakaan bagi para pengendara, terutama pengendara motor.Langkah Cepat Perbaikan JalanMenteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan posko dengan alat berat dan alat tambal cepat untuk menangani lubang-lubang yang muncul selama arus mudik berlangsung."Semua posko telah disiapkan dengan alat berat dan alat tambal cepat untuk memastikan lubang-lubang yang muncul bisa segera ditangani," ujar Dody, Sabtu (29/3/2025).Meski perbaikan sudah dilakukan sebelum H-10 Lebaran, jika ditemukan lubang baru, tim akan segera menanganinya saat lalu lintas tidak terlalu padat agar tidak mengganggu perjalanan pemudik.Truk ODOL Percepat Kerusakan JalanDody menyoroti bahwa kendaraan ODOL menjadi penyebab utama kerusakan jalan nasional, termasuk di jalur Pantura. Jalan nasional sebenarnya memiliki batas tonase maksimal 10 ton, tetapi truk dengan muatan berlebih kerap melintas, mempercepat munculnya kerusakan."Jalan nasional ini punya batas tonase maksimal 10 ton dengan asumsi tidak ada ODOL. Namun, jika kendaraan yang lewat melebihi batas tersebut, kami akan sarankan untuk menggunakan jalan tol," tegasnya.Menurutnya, jika ODOL terus dibiarkan, jarak waktu perbaikan jalan yang idealnya 6 bulan hingga setahun sekali akan semakin pendek, yang akhirnya membebani APBN untuk perbaikan jalan nasional.Kolaborasi Antar-Kementerian untuk Mengatasi ODOLUntuk menyelesaikan masalah ini secara komprehensif, Dody menilai perlu adanya kerja sama antara Kementerian PU dengan Kementerian Ekonomi dan Kementerian Perindustrian guna mencari solusi terbaik terkait regulasi kendaraan ODOL."Kalau dibiarkan, jalan yang rusak bisa berisiko menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengendara motor yang mendominasi volume kendaraan di Indonesia," tutupnya.Dengan berbagai langkah yang telah disiapkan, pemerintah berharap mudik Lebaran 2025 bisa berjalan lebih aman dan nyaman bagi seluruh pemudik yang melewati jalur Pantura.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved