Sumber foto: Google

Kabar Baik Jelang Lebaran 2025: Tarif Listrik Tetap, BBM Non-Subsidi Turun

Tanggal: 31 Mar 2025 18:28 wib.
Tampang.com | Menjelang Idul Fitri 2025, masyarakat mendapat kabar gembira dari pemerintah. Tarif listrik untuk kuartal II-2025 tetap tidak mengalami kenaikan, sementara harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mengalami penurunan. Keputusan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi pengeluaran Lebaran serta menjaga daya beli di tengah kondisi ekonomi yang masih fluktuatif.

Tarif Listrik Tetap, Beban Masyarakat Berkurang

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah memutuskan untuk menahan tarif tenaga listrik guna menjaga daya beli masyarakat serta daya saing usaha.



Tarif listrik untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi tetap sama seperti kuartal I-2025.


24 golongan pelanggan bersubsidi, termasuk pelanggan sosial, rumah tangga miskin, industri kecil, serta pelaku UMKM, tetap mendapatkan subsidi listrik.



Penyesuaian tarif listrik bagi pelanggan nonsubsidi sebenarnya dilakukan setiap tiga bulan sekali berdasarkan faktor ekonomi seperti nilai tukar rupiah, harga minyak mentah Indonesia (ICP), inflasi, serta harga batu bara acuan (HBA). Namun, pemerintah memutuskan untuk menahan kenaikan guna mengurangi beban masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri.

Tarif Listrik Kembali Normal Setelah Diskon Berakhir

Sebelumnya, pada Januari-Februari 2025, pemerintah memberikan diskon tarif listrik 50 persen bagi pelanggan rumah tangga dengan daya hingga 2.200 VA. Namun, sejak 1 Maret 2025, tarif kembali normal dan tetap diberlakukan untuk kuartal II-2025.

"Sejak 1 Maret 2025, tarif listrik rumah tangga daya sampai dengan 2.200 VA sudah kembali normal. Tarif normal atau tetap ini berlanjut di kuartal II-2025," ujar Bahlil Lahadalia.

Harga BBM Non-Subsidi Turun

Selain mempertahankan tarif listrik, PT Pertamina (Persero) juga mengumumkan penurunan harga BBM non-subsidi mulai 29 Maret 2025.

Berikut rincian harga BBM non-subsidi yang berlaku di DKI Jakarta dan sekitarnya:



Pertamax: Rp 12.500 per liter (turun Rp 400)


Pertamax Turbo: Rp 13.500 per liter (turun Rp 500)


Dexlite: Rp 13.600 per liter (turun Rp 700)


Pertamina Dex: Rp 13.900 per liter (turun Rp 700)


Pertamax Green 95: Rp 13.250 per liter (turun Rp 450)



Harga BBM dapat bervariasi di beberapa daerah tergantung pada kebijakan dan biaya distribusi masing-masing wilayah.

Lebaran 2025: Ekonomi Lebih Terkendali

Keputusan pemerintah untuk menahan tarif listrik dan menurunkan harga BBM menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat menjelang Lebaran. Dengan pengeluaran yang lebih terkendali, masyarakat diharapkan tetap dapat memenuhi kebutuhan selama perayaan Idul Fitri tanpa tekanan finansial yang berlebihan.

Kebijakan ini juga memberikan dampak positif bagi sektor usaha, terutama UMKM yang sangat bergantung pada biaya operasional seperti listrik dan transportasi. Langkah ini menjadi bukti bahwa pemerintah terus berupaya menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved