Sumber foto: Google

Inovasi Pendidikan: Siswa Jawa Barat Wajib Bawa Sampah ke Sekolah, Ditukar dengan Telur hingga Anak Ayam

Tanggal: 27 Mar 2025 12:51 wib.
Tampang.com | Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mencetuskan program unik yang mewajibkan siswa membawa sampah plastik ke sekolah untuk ditukar dengan telur, daging, hingga anak ayam. Program ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan hidup bersih serta meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan sejak dini.

Membangun Kesadaran Lingkungan Sejak Dini

Menurut Dedi, anak-anak perlu dikenalkan dengan konsep pengelolaan sampah sejak usia sekolah. "Anak-anak harus mulai memahami bahwa sampah bukan sekadar barang buangan, tetapi juga bisa memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik," ujarnya saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (25/3/2025).

Dengan sistem penukaran ini, siswa tidak hanya terbiasa menjaga kebersihan, tetapi juga mulai memahami pentingnya daur ulang dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Manfaat Gizi dan Investasi Masa Depan

Selain menjaga lingkungan, program ini juga memiliki dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan siswa.



Telur dan Daging untuk Nutrisi Sehat
Dengan menukar sampah plastik dengan telur atau daging, siswa akan mendapatkan tambahan sumber protein yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi angka stunting dan malnutrisi di kalangan anak-anak.


Anak Ayam sebagai Tabungan Masa Depan
Siswa juga berkesempatan mendapatkan anak ayam, yang dapat dipelihara sebagai aset jangka panjang. "Anak ayam ini bisa menjadi investasi bagi anak-anak, yang nantinya bisa berkembang dan memiliki nilai ekonomi," jelas Dedi.



Mendorong Gaya Hidup Produktif, Bukan Konsumtif

Dedi juga menyinggung bahwa gaya hidup siswa saat ini cenderung konsumtif dan bahkan membebani orang tua. "Hari ini anak-anak sekolah sudah punya utang. Utang study tour, bekas wisuda sekolah, bahkan ada yang kredit motor dan menabrak tetangga," katanya dengan nada prihatin.

Menurutnya, pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga membentuk pola pikir produktif dan mandiri. Dengan adanya program ini, siswa akan belajar bahwa mereka bisa mendapatkan sesuatu dengan usaha, bukan sekadar meminta dari orang tua.

Dukungan dan Implementasi Program

Program ini akan mulai diterapkan di berbagai sekolah di Jawa Barat secara bertahap. Pemprov Jabar akan bekerja sama dengan sektor swasta dan komunitas pengelolaan sampah untuk memastikan mekanisme penukaran berjalan lancar.

Dedi berharap program ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi masalah sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan siswa. "Arah pendidikan ke depan harus bisa menghasilkan sesuatu yang produktif, bukan sekadar teori di dalam kelas," pungkasnya.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved