Sumber foto: Google

Gunung Dukono Kembali Meletus, Abu Vulkanik Menyelimuti Kota Tobelo

Tanggal: 27 Mar 2025 12:54 wib.
Tampang.com | Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Letusan terjadi pada Rabu (26/3/2025) pukul 12.29 WIT, dengan kolom abu mencapai 1.500 meter di atas puncak atau sekitar 2.587 meter di atas permukaan laut (Mdpl).

Kolom Abu Tebal Mengarah ke Timur

Menurut Kepala Pos Pengamatan Gunung Dukono, Sarjan Roboke, kolom abu yang keluar berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke timur. Aktivitas letusan masih tergolong tinggi, dengan energi eksplosif yang kuat.

"Dampaknya, abu vulkanik sudah mencapai Kota Tobelo dan sekitarnya. Hingga saat ini, abu masih terus berjatuhan di wilayah tersebut," ujarnya.

Letusan ini terekam dalam seismogram dengan amplitudo 34 milimeter dan durasi 57,87 detik.

Status Waspada, Masyarakat Diminta Tidak Mendekat

Gunung Dukono saat ini berstatus Level II (Waspada). Masyarakat serta wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari area Malupang Warirang, zona aktif gunung ini.

Letusan yang terjadi secara periodik membuat sebaran abu tidak menentu karena bergantung pada arah dan kecepatan angin. Oleh karena itu, warga diimbau untuk selalu:



Menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mencegah gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.


Menghindari aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.


Menjaga kebersihan air untuk menghindari kontaminasi abu vulkanik.



Jarak Permukiman Relatif Aman, tetapi Tetap Waspada

Permukiman terdekat berada dalam radius 10–15 kilometer dari titik letusan. Meski jaraknya relatif aman, masyarakat tetap diminta mewaspadai dampak abu vulkanik, yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Hingga saat ini, erupsi masih berlangsung, dan pihak berwenang terus memantau perkembangan Gunung Dukono. Jika aktivitas meningkat, bukan tidak mungkin statusnya akan dinaikkan ke level yang lebih tinggi.

Masyarakat di sekitar Halmahera Utara diimbau untuk terus mengikuti informasi terbaru dari Badan Geologi dan Pos Pengamatan Gunung Dukono guna mengantisipasi potensi bahaya lebih lanjut.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved