Empat Kunci Sukses Angkutan Lebaran 2025, Fahira Idris Minta Pemerintah Siap
Tanggal: 24 Mar 2025 09:29 wib.
Tampang.com | Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, berharap penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2025 berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci agar masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan lancar.
"Angkutan Lebaran adalah faktor utama dalam kelancaran arus mudik dan balik. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor harus lebih intensif, khususnya terkait kesiapan jalan tol, jalan nasional, jalan provinsi, hingga jalur alternatif," ujar Fahira dalam rilis pers, Minggu (23/3/2025).
Empat Faktor Penentu Suksesnya Angkutan Lebaran
Fahira menyoroti empat faktor utama yang harus dipastikan agar penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2025 berjalan optimal.
1. Kondisi Infrastruktur Jalan yang Prima
Salah satu aspek utama adalah kesiapan infrastruktur jalan, termasuk jalan tol, jalan nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Ia menekankan bahwa perbaikan jalan harus rampung sebelum arus mudik dimulai untuk menghindari kepadatan akibat jalan rusak atau pengerjaan proyek yang belum selesai.
2. Pengaturan Lalu Lintas yang Efektif
Untuk mengurai kepadatan kendaraan, Fahira menilai penerapan strategi rekayasa lalu lintas harus dilakukan secara optimal. Beberapa strategi yang dinilai efektif dalam mengurangi kemacetan, antara lain:
Contraflow dan One Way di ruas tol utama.
Skema Ganjil-Genap di jalur-jalur tertentu.
Delaying System dan Buffer Zone untuk mengatur arus kendaraan di rest area.
"Rekayasa lalu lintas yang sudah diterapkan beberapa tahun terakhir terbukti efektif mengurangi kemacetan, terutama di jalur utama mudik," kata Fahira.
3. Ketersediaan dan Stabilitas Harga BBM
Pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk moda transportasi darat, laut, udara, dan kereta api harus dipastikan tersedia dalam jumlah cukup. Pemerintah juga diminta untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM selama musim mudik agar tidak terjadi kelangkaan, terutama di jalur-jalur padat kendaraan.
"Distribusi BBM, termasuk Avtur untuk pesawat dan Biosolar untuk transportasi darat dan laut, harus berjalan lancar agar perjalanan mudik tidak terganggu," tegas Fahira.
4. Harga Tiket Angkutan Umum yang Terjangkau
Selain memastikan moda transportasi dalam kondisi layak, Fahira juga menyoroti pengendalian harga tiket angkutan umum, seperti bus, kereta api, kapal laut, dan pesawat. Menurutnya, harga tiket yang wajar akan mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi umum, sehingga bisa mengurangi beban lalu lintas di jalan raya.
"Jika harga tiket tetap terjangkau, lebih banyak masyarakat akan memilih transportasi umum, sehingga arus mudik menjadi lebih lancar," tambahnya.
Prediksi Pergerakan Pemudik Capai 146 Juta Orang
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pergerakan masyarakat selama musim mudik Lebaran 2025 diprediksi mencapai 146,48 juta jiwa atau sekitar 52 persen dari total populasi Indonesia. Lima moda transportasi utama yang dipilih masyarakat, antara lain:
Mobil pribadi: 33,69 juta orang (23%)
Bus: 24,76 juta orang (16,9%)
Kereta api antarkota: 23,58 juta orang (16,1%)
Pesawat: 19,77 juta orang (13,5%)
Sepeda motor: 12,74 juta orang (8,7%)
Dengan tingginya potensi pergerakan ini, koordinasi dan kesiapan yang matang menjadi faktor krusial dalam mewujudkan mudik yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
"Jika keempat parameter ini berjalan mantap, maka mudik tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," tutup Fahira.