Dedi Mulyadi Temukan Sungai Dibeton Jadi Ruko di Bekasi: "Giliran Banjir, Nyalahin Gubernur"
Tanggal: 22 Mar 2025 12:20 wib.
Tampang.com | Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkap temuan mengejutkan di Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, di mana salah satu aliran sungai dibeton dan dijadikan ruko. Hal ini diduga menjadi penyebab utama banjir yang melanda kawasan tersebut.
Sungai yang Berubah Jadi Ruko, Pemicu Banjir di Gabus
Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya (@dedimulyadi71) pada Minggu (16/3/2025), Dedi Mulyadi menyoroti buruknya tata ruang yang menyebabkan banjir. Dalam video tersebut, ia terlihat meninjau langsung lokasi bersama mantan Camat Kampung Selatan Muara Gembong serta warga sekitar.
Menurut Dedi, sungai yang seharusnya menjadi jalur pembuangan air malah ditutup dan dijadikan bangunan ruko, sehingga saat hujan deras, air tidak bisa mengalir dengan lancar dan menyebabkan banjir di Kampung Gabus.
"Jadi banjir di daerah Gabus, masalahnya sederhana. Ini aliran sungai PJT yang kalau airnya meluap itu bisa mengalir ke sini, sekarang dibeton. Sungainya dijadikan ruko," jelas Dedi.
Pemerintah Akan Bongkar Ruko di Atas Sungai
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendekatan persuasif kepada pemilik ruko agar mereka bersedia membongkar sendiri bangunan yang menutupi sungai. Namun, jika tidak dilakukan, pemerintah akan turun tangan dengan menggunakan alat berat.
"Jadi ya sekarang, kita mau minta persuasif sama yang punya ruko, karena yang punya rukonya lagi sakit, untuk persuasi membongkar sendiri," katanya.
Jika upaya persuasif tidak membuahkan hasil, maka pemerintah akan segera melakukan pembongkaran paksa untuk mengembalikan fungsi sungai seperti semula.
Tata Ruang yang Tidak Terkendali, Penyebab Utama Banjir
Dedi juga menyoroti kurangnya pengawasan dalam pembangunan di sekitar aliran sungai, yang menyebabkan berbagai permasalahan lingkungan, termasuk banjir.
"Sebenarnya masalah banjir ini sederhana, akibat pembangunan tidak dikendalikan. Orang bikin toko sembarangan, bikin rumah sembarangan. Kemudian sungainya semuanya dipersempit, diperkecil," ujarnya.
Ia juga menyoroti fenomena di mana saat terjadi banjir, masyarakat cenderung menyalahkan pemerintah, padahal salah satu penyebab utamanya adalah kesalahan dalam tata kelola ruang dan pembangunan liar.
"Tapi giliran banjir, nyalahin gubernur. Lieur aing mah (pusing saya)," keluhnya.
Banjir di Kampung Gabus Sudah Mulai Surut
Banjir yang melanda Kampung Gabus di Desa Srijaya dan Desa Srimukti, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, dilaporkan mulai surut setelah merendam kawasan tersebut sejak Selasa (4/3/2025).
Sebelumnya, genangan air mencapai 30 cm hingga 3 meter, menyebabkan banyak rumah terendam serta akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Sukawangi dan Tambun Utara ke Kota Bekasi sempat terputus.
Salah seorang warga, Sirot (47), mengungkapkan bahwa banjir di Jalan Kampung Gabus mulai surut pada pukul 04.30 WIB.
"Pas banget subuh sudah surut," ujarnya.
Kesimpulan
Temuan sungai yang dibeton menjadi ruko di Tambun Utara menjadi salah satu bukti buruknya pengelolaan tata ruang, yang berdampak langsung pada masalah banjir. Pembongkaran ruko yang berdiri di atas sungai akan segera dilakukan untuk mengembalikan fungsi aliran air agar kejadian serupa tidak terulang.
Masyarakat diimbau untuk lebih sadar terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembangunan sembarangan, agar tidak terjadi bencana yang merugikan banyak pihak.