Cacingan Juga Perlu Diwaspadai pada Usia Dewasa

Tanggal: 28 Agu 2025 14:13 wib.
Jakarta – Selama ini cacingan sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang anak-anak. Padahal kenyataannya, kondisi ini juga bisa dialami orang dewasa. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI–RSCM, yang mengingatkan bahwa orang dewasa tetap berisiko mengalami infeksi cacing, terutama mereka yang bekerja di lingkungan yang sering bersentuhan langsung dengan tanah.

Menurut Ari, perjalanan penyakit cacing pada orang dewasa sebenarnya sama saja dengan yang terjadi pada anak-anak. Cacing dapat masuk ke tubuh melalui berbagai cara. Telur cacing gelang misalnya, bisa menempel di jari tangan dan terbawa masuk ke tubuh ketika seseorang makan tanpa mencuci tangan dengan bersih. Selain itu, ada pula cacing tambang yang mampu menembus kulit kaki dan masuk ke aliran darah ketika seseorang bekerja tanpa alas kaki di tanah yang terkontaminasi.

Setelah berhasil masuk, cacing akan berkembang biak di dalam tubuh. Salah satu lokasi yang sering menjadi tempatnya adalah usus halus. Jika jumlahnya banyak, cacing bisa menyebabkan penyumbatan yang menimbulkan keluhan seperti perut terasa penuh, kembung, atau begah. Gejala ini sering kali dianggap sepele, padahal jika dibiarkan bisa menimbulkan komplikasi yang lebih berbahaya.

Ari menjelaskan bahwa larva cacing dapat bermigrasi ke organ lain, termasuk paru-paru. Kondisi ini dapat memicu gangguan pernapasan. Dalam kasus lain, cacing bisa naik ke saluran empedu sehingga menyebabkan penyumbatan yang menimbulkan rasa sakit hebat dan gangguan fungsi hati. Ada pula kondisi ekstrem di mana pasien muntah dan mengeluarkan cacing atau melihat cacing keluar bersama tinja ketika buang air besar.

Risiko ini tentu tidak bisa dianggap ringan. Jika infeksi cacing tidak segera ditangani, komplikasi dapat menjalar ke berbagai organ penting dan berujung fatal hingga menyebabkan kematian. Karena itu, Ari menekankan pentingnya langkah pencegahan sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari. Ia menyarankan agar orang selalu mencuci tangan dan kaki setelah bekerja, terutama bagi mereka yang sering bersentuhan dengan tanah. Selain itu, penggunaan pakaian pelindung lengkap saat bekerja juga sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko larva cacing masuk melalui kulit.

Ari menambahkan bahwa konsumsi obat cacing secara rutin setiap enam bulan sekali merupakan langkah yang aman dan efektif untuk mencegah infeksi. Rutin memeriksakan feses, minimal setahun sekali, juga dapat membantu mendeteksi adanya telur cacing yang mungkin masih bersarang di tubuh tanpa menimbulkan gejala jelas.

Ia mengingatkan bahwa cacingan bukanlah penyakit yang hanya terjadi di pedesaan atau hanya menyerang anak-anak. Orang dewasa di perkotaan pun tetap memiliki risiko, apalagi mereka yang sehari-harinya bekerja di area lembap atau tanah terbuka tanpa perlindungan. Karena itu, menjaga kebersihan diri menjadi kunci utama. “Tujuannya sederhana, jangan beri kesempatan cacing berkembang di tubuh. Kebersihan tetap yang utama,” kata Ari.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved