BSI Tetap Optimis Meski Tiga Direksi Pindah ke Himbara
Tanggal: 30 Mar 2025 12:14 wib.
Tampang.com | PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tetap optimistis terhadap keberlanjutan kinerja solidnya, meskipun tiga direksi perusahaan ditunjuk untuk menempati posisi strategis di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Perombakan Direksi di BSI
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BRI yang digelar pada Senin (24/3/2025), Hery Gunardi yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama BSI resmi ditunjuk menjadi Direktur Utama BRI, menggantikan Sunarso. Sementara itu, Saladin D Effendi, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknologi Informasi BSI, kini dipercaya menjadi Direktur Teknologi dan Informasi BRI.
Selain itu, Ari Rizaldi, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Treasury & International Banking BSI, kini mengisi posisi yang sama di Bank Mandiri.
Menanggapi perombakan ini, Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta menyampaikan apresiasi kepada para direksi yang kini mendapatkan amanah baru di bank-bank besar Indonesia.
"Kami bangga bahwa talenta terbaik kami kini dipercaya mengelola bank terbesar di Indonesia dan mendukung pengembangan sektor UMKM," ujar Bob dalam keterangan resminya, Selasa (25/3/2025).
Mekanisme Transisi dan Penunjukan Plt Dirut
Sebagai tindak lanjut dari perubahan ini, Bob Tyasika Ananta ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BSI. Sementara itu, Grandhis H Harumansyah, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Manajemen Risiko, akan menjalankan tugas sebagai Pelaksana Direktur Teknologi dan Informasi.
Selain itu, Muhammad Misbahul Munir tetap menjabat sebagai Senior Executive Vice President (SEVP) Teknologi Informasi BSI. Penetapan resmi kepengurusan baru ini akan dilakukan dalam RUPS Tahunan BSI 2025.
Strategi Transformasi BSI Tetap Berjalan
Bob memastikan bahwa BSI akan terus melanjutkan strategi transformasi yang telah dicanangkan dalam Rencana Transformasi Tahap II (2026–2030). Visi utama dalam transformasi ini adalah menjadikan BSI sebagai salah satu dari lima bank syariah terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar pada 2030.
"Kami berkomitmen untuk membawa BSI terus tumbuh berkelanjutan serta menjadi sahabat finansial, sosial, dan spiritual bagi masyarakat," ujar Bob.
BSI juga akan terus memperkuat perannya dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, serta menjadi bank syariah yang modern, digital, dan inklusif dengan tetap menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan dan syariah.
Kinerja BSI Tetap Solid
Sejak resmi beroperasi sebagai entitas hasil merger pada 1 Februari 2021, BSI menunjukkan pertumbuhan yang signifikan:
Aset meningkat dari Rp 236 triliun (Februari 2021) menjadi Rp 409 triliun (akhir 2024).
Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh dari Rp 206 triliun menjadi Rp 327 triliun.
Pembiayaan meningkat dari Rp 121 triliun menjadi Rp 278 triliun, dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) tetap terkendali di 1,90 persen.
Laba bersih melonjak dari Rp 2,1 triliun (2020) menjadi Rp 7 triliun (2024), atau naik lebih dari tiga kali lipat dalam empat tahun.
Salah satu pencapaian besar lainnya adalah BSI berhasil masuk dalam daftar sembilan besar bank syariah global dari sisi kapitalisasi pasar pada 2024—lebih cepat setahun dari target awal untuk menembus 10 besar dunia pada 2025.
Masa Depan BSI di Tengah Transformasi
Meskipun ada perubahan di jajaran direksi, BSI tetap yakin bahwa arah pertumbuhan dan transformasi perusahaan akan terus berlanjut. Dengan strategi yang telah dirancang dan didukung oleh inovasi digital serta komitmen terhadap ekonomi syariah, BSI optimistis dapat menjadi pemain utama dalam industri perbankan global.