Bibit Siklon Tropis 91S Muncul di Indonesia, Apa Dampaknya? Ini Kata BMKG

Tanggal: 19 Mar 2025 21:08 wib.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mengumumkan telah terdeteksinya Bibit Siklon Tropis 91S yang berada di wilayah Indonesia. Menurut informasi dari Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, bibit siklon ini terpantau di Samudra Hindia, tepatnya di sebelah barat daya Banten. Lokasi pusat sirkulasi siklon ini berada di koordinat 12 derajat lintang selatan (LS) dan 98,9 derajat bujur timur (BT).

Dalam analisis yang dilakukan oleh BMKG pada Selasa, 18 Maret 2025, pukul 07.00 WIB, sistem ini berada dalam radar monitoring Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta. Menariknya, Bibit Siklon Tropis 91S memiliki kecepatan angin maksimum sebesar 20 knot, atau setara dengan 37 km/jam, dan tekanan minimum tercatat sekitar 1003 hPa. Menurut Andri, pola pergerakan sistem ini menunjukkan bahwa kecepatan angin maksimum terpantau berada di sekitar utara dan selatan pusat sistem.

Faktor Pendukung Pertumbuhan Bibit Siklon Tropis 91S

Pengamatan menggunakan citra satelit menunjukkan adanya aktivitas konvektif yang cukup kuat dan konsisten selama 12 jam terakhir. Menurut Andri, konveksi kuat ini terutama berkembang di wilayah selatan-tenggara sistem. Dengan analisis angin di setiap lapisan, pola sirkulasi siklonik terdeteksi dari lapisan permukaan hingga lapisan menengah (10 m–500 hPa). Sirkulasi di lapisan permukaan juga terlihat menguat dengan pola yang lebih tertutup, bahkan terpantau angin dengan kecepatan 25 knot di timur laut pusat sistem.

Pertumbuhan dari Bibit Siklon Tropis 91S didukung oleh sejumlah faktor, di antaranya adalah:

1. Gelombang Equatorial Rossby yang aktif.
2. Gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO) di sekitar daerah tersebut.
3. Suhu permukaan laut yang cukup hangat berkisar antara 28-29 derajat Celsius.
4. Vortisitas yang kuat pada lapisan bawah hingga lapisan menengah.
5. Kovergensi lapisan bawah dan divergensi lapisan atas yang tergolong kuat.
6. Kelembaban yang cukup tinggi di setiap lapisan atmosfer.
7. Vertical wind shear yang berada dalam kategori lemah-sedang (15–20 knot).

Dampak dari kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S masih menjadi sorotan. Andri menyatakan, dalam 24 hingga 72 jam ke depan, bibit siklon ini diperkirakan akan menguat. Hal ini akan ditandai dengan pola sirkulasi yang lebih terorganisir dan sebaran kecepatan angin 25 knot yang meluas ke arah utara, barat, dan selatan dari sistem tersebut. Meskipun demikian, bibit siklon ini diprediksi akan bergerak menjauhi wilayah Indonesia ke arah barat dan barat daya.

 Dampak Cuaca dan Perairan

Meskipun potensi Bibit Siklon Tropis 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat dinyatakan rendah hingga sedang, keberadaan sistem ini tetap memberikan dampak signifikan pada kondisi cuaca dan perairan di Indonesia. 

1. Hujan Lebat: Diprediksi akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, antara lain:
   - Bengkulu
   - Lampung
   - Banten
   - DKI Jakarta
   - Jawa Barat

2. Gelombang Tinggi: Bibit Siklon Tropis 91S juga dapat memicu gelombang tinggi di berbagai perairan Indonesia, dengan potensi sebagai berikut:
   - Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter (Moderate Sea) berpotensi terjadi di:
     - Selat Sunda bagian selatan
     - Perairan selatan Banten hingga Sumba
   - Gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter (Rough Sea) berpotensi terjadi di:
     - Perairan barat Bengkulu hingga Lampung
     - Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung
     - Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur

BMKG mengimbau agar pemerintah daerah bersiap menghadapi kemungkinan potensi bencana hidrometeorologi akibat bibit siklon ini. Andri meminta agar setiap pemerintah daerah di wilayah yang berisiko tinggi terhadap bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang segera melakukan langkah mitigasi. Persiapan sarana dan prasarana darurat sangat penting untuk menghadapi situasi yang mungkin timbul dalam beberapa waktu ke depan.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved