Sumber foto: google

Balita Meninggal Dunia Usai Disuntik, Diduga Korban Malapraktik

Tanggal: 1 Jul 2024 09:59 wib.
Seorang balita berusia 2 tahun meninggal dunia diduga usai disuntik bius sebelum operasi bibir sumbing di salah satu rumah sakit Kota Medan, Sumatra Utara. Tak terima dengan kenyataan itu, keluarga korban pun mengamuk di rumah sakit. Tak hanya mengamuk pihak keluarga juga membawa mayat bayi itu ke rumah sakit untuk meminta pertanggung jawaban. Menuntut kejelasan, pihak RS masih bungkam tidak memberikan kepastian apa penyebab di balik meninggalnya balita tersebut.

Pihak keluarga menduga adanya kecerobohan dokter atau tenaga medis. Ibu korban mengaku tak terima sebab saat datang anaknya dalam kondisi sehat. Namun, saat hendak menjalani operasi bibir sumbing, tubuh korban membiru kemudian meninggal dunia. Keluarga juga berencana akan melaporkan pihak RS ke polisi karena telah menyebabkan anaknya meninggal dunia atas dugaan malapraktik. Kendati demikian, pihak RS masih belum memberikan penjelasan terkait persoalan tersebut.

Dalam video amatir, terlihat keluarga pasien mengamuk dengan membawa mayat balita dalam keranda mobil ambulans ke salah satu rumah sakit di Kota Medan sebelum jenazah dimakamkan. Kedatangan keluarga itu untuk meminta pertanggung jawaban pihak rumah sakit karena setelah meninggal dunia, pihak rumah sakit tidak memberikan kepastian apa penyebab kematian balita tersebut. Keluarga menduga ada dugaan kecerobohan dokter atau tenaga medis yang menangani balita tersebut sebelum operasi hingga menyebabkan meninggal dunia.

Ibu kandung balita nahas tersebut, Rika Lidiawati mengaku tidak terima dengan tindakan rumah sakit tersebut. Sebab, ketika datang ke rumah sakit itu kondisi anaknya sehat.“Anak saya pas datang ke rumah sakit sehat-sehat saja, tapi saat hendak menjalani operasi bibir sumbing, tubuh anak saya membiru terus meninggal dunia,” kata Rika ditemui di rumahnya Kabupaten Deliserdang, Sabtu (30/6/2024).

Dia menduga anaknya mengalami gangguan pada paru-paru dan jantung akibat suntikan bius tersebut. Dia mengaku masih menunggu iktikad baik dari rumah sakit untuk menjelaskan apa yang terjadi kepada balita tersebut, sehingga meninggal dunia sebelum dilakukan operasi bibir sumbing. Keluarga juga berencana akan melaporkan pihak rumah sakit ke polisi karena menyebabkan anaknya meninggal dunia atas dugaan malapraktik. Pihak rumah sakit hingga kini belum bersedia memberikan penjelasan terkait persoalan tersebut. Ketika dikonfirmasikan hal itu tak satu pun yang bersedia memberikan klarifikasi.

Kasus seperti ini seharusnya menjadi peringatan bagi seluruh pihak terkait, khususnya dalam hal pelayanan kesehatan. Keamanan dan kualitas dalam memberikan pelayanan kepada pasien harus menjadi prioritas utama. Tidak hanya puskesmas, namun hal ini juga menjadi catatan penting bagi seluruh pihak yang bekerja di bidang kesehatan, baik itu dokter, perawat, atau petugas medis lainnya.

Meninggalnya balita tersebut tidak hanya menjadi duka yang mendalam bagi keluarga, namun juga menimbulkan kekhawatiran yang menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di Indonesia. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali di masa depan, dan pihak berwenang dapat mengambil langkah-langkah tegas untuk mencegah terjadinya kasus malapraktik yang merenggut nyawa manusia yang tak bersalah.

Kejadian tragis ini juga seharusnya mengingatkan kita semua akan pentingnya kehati-hatian dan kewaspadaan ketika mencari pelayanan kesehatan untuk diri sendiri maupun keluarga. Dalam situasi apapun, keamanan dan kualitas pelayanan tidak boleh diabaikan demi keselamatan dan kesehatan kita terutama balita yang merupakan aset berharga bagi masa depan bangsa.

Semoga kasus ini dapat membuka mata kita semua untuk lebih peduli akan standard kualitas pelayanan kesehatan, agar tidak ada lagi korban yang tak bersalah terutama balita yang menjadi harapan bagi masa depan bangsa dan negara.

Dengan demikian, kehati-hatian dan keselamatan menjadi hal yang sangat penting ketika mencari pelayanan kesehatan, terutama bagi balita yang membutuhkan perhatian khusus. Kualitas pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas utama demi keselamatan dan kesehatan kita semua.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved