Sumber foto: Google

Bahaya Mengintai Cianjur! Warga Dilarang Santai – Banjir, Longsor, dan Pohon Tumbang Bisa Menyerang Kapan Saja!

Tanggal: 10 Jan 2026 15:56 wib.
Cuaca ekstrem kini menjadi ancaman nyata bagi masyarakat Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Berdasarkan peringatan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan deras disertai angin kencang diprediksi akan mengguyur hampir seluruh zona di Cianjur dalam beberapa hari ke depan, memicu potensi bencana serius yang bisa terjadi kapan saja.

Menanggapi peringatan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur secara aktif meningkatkan pengawasan di berbagai titik rawan. Asep Sudrajat, Sekretaris BPBD setempat, menegaskan bahwa peringatan BMKG mencakup seluruh wilayah dari utara hingga selatan Cianjur dan menempatkan sebagian besar daerah dalam zona merah tingkat risiko bencana alam tertinggi.

Asep meminta seluruh warga, terutama mereka yang tinggal di wilayah selatan, untuk meningkatkan kewaspadaan. Wilayah seperti Kecamatan Cidaun, Sindangbarang, Agrabinta, dan Campaka termasuk dalam daftar area yang rentan terhadap ancaman bencana. Dia mengingatkan bahwa warga tidak boleh menganggap enteng kondisi cuaca yang memburuk ini.

Salah satu risiko signifikan yang menjadi perhatian adalah banjir. Intensitas hujan yang tinggi berpotensi mengakibatkan aliran sungai meluap dan merendam permukiman hingga lahan pertanian di dataran rendah. Daerah aliran sungai dan cekungan air tentu menjadi titik yang wajib diawasi secara ketat oleh masyarakat maupun petugas tanggap bencana.

Selain itu, ancaman longsor dan pergeseran tanah menjadi perhatian penting BPBD. Lereng perbukitan dan area dengan kontur tanah curam sangat rawan mengalami longsor saat hujan terus mengguyur dalam jangka waktu lama. Longsor tidak hanya merusak lahan dan infrastruktur tetapi juga dapat memutus akses jalan dan mengisolasi kampung-kampung kecil dalam sekejap.

Tak kalah berbahaya adalah risiko pohon tumbang akibat angin kencang. BPBD mengimbau pengendara dan warga yang berada di luar rumah untuk berhati-hati, terutama di sepanjang jalur utama seperti kawasan Puncak, Cipanas-Cianjur, dan Jalan Raya Bandung-Cianjur. Pohon besar yang rapuh dan sudah lapuk berpotensi roboh dan menimpa kendaraan atau orang yang melintas di bawahnya.

Untuk memperkuat kesiapan menghadapi berbagai ancaman bencana ini, Pemerintah Kabupaten Cianjur telah menetapkan status darurat bencana yang berlaku hingga April 2026. Status ini memberikan wewenang bagi berbagai instansi untuk melakukan tindakan cepat dan terkoordinasi dalam mitigasi risiko.

Sebanyak 360 relawan dan puluhan petugas BPBD kini disiagakan di berbagai titik strategis. Mereka bertugas memantau kondisi terkini, memberikan informasi kepada warga, serta melakukan evakuasi cepat jika diperlukan. Personel ini bekerja sama intensif dengan TNI, Polri, serta aparat desa dan kecamatan untuk menjaga kesiapsiagaan di setiap wilayah.

Koordinasi lintas instansi ini dinilai sangat penting mengingat besarnya dampak yang bisa ditimbulkan oleh cuaca ekstrem. Selain itu, langkah proaktif ini berharap dapat mengurangi jumlah korban dan kerugian materiil saat bencana benar-benar terjadi.

Mengantisipasi cuaca buruk yang masih akan berlangsung, masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari BMKG dan BPBD. Pemantauan rutin terhadap intensitas curah hujan, arah angin, dan kondisi geologi setempat sangat disarankan agar setiap perubahan drastis dapat segera diketahui dan direspons dengan cepat.

Selain itu, warga diminta untuk selalu menyiapkan rencana darurat dan jalur evakuasi bersama keluarga. Sebagai contoh, mereka yang tinggal di lereng bukit atau di dekat sungai harus tahu titik aman terdekat yang bisa dijadikan tempat berkumpul atau berlindung jika bencana terjadi.

Kondisi cuaca ekstrem tidak hanya mengancam Cianjur, melainkan juga sejumlah wilayah lain di Provinsi Jawa Barat dan Indonesia secara umum. BMKG bahkan telah mengingatkan bahwa potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang masih tinggi hingga pertengahan Januari mendatang di berbagai daerah, termasuk beberapa wilayah lainnya di Jawa Barat.

Dengan meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem dan bencana yang telah terjadi di tahun-tahun sebelumnya, seperti banjir, longsor, dan dampak lainnya, kesiapsiagaan aktif dari seluruh lapisan masyarakat menjadi krusial. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama agar setiap warga dapat selamat dari ancaman bencana tersebut.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved