Wah, Tumbuhan Ini Terancam Punah

Tanggal: 18 Agu 2017 00:50 wib.
Alam merupakan tempat tinggal kita yang harus dijaga dan dipelihara. Alam akan memberikan apapun kebutuhan kita selama kita masih menjaga alam. Mulai dari makanan, minuman, sampai sesuatu yang menghasilkan uang semuanya tersedia di alam. Dulu kakek nenek kita masih bersahabat dengan alam, bermain di alam, bahkan dulu alam digunakannya untuk tempat tinggal.

Tumbuhan adalah salah satu aset alam yang perlu kita jaga. Sobat, apakah kalian tahu bahwa di negara kita ini banyak sekali tumbuhan yang unik namun keberadaannya sudah sulit untuk ditemukan. Kenapa ya? Mungkin salah satu sebabnya karena habitat tempat tumbuhan-tumbuhan itu tumbuh sudah beralih fungsi menjadi rumah dan gedung. Sekarang saja tumbuhan-tumbuhan ini sulit untuk ditemukan. Apakah anak cucu kita nanti bisa melihat tumbuhan ini? Atau mereka hanya bisa mengenalnya melalui gambar dan kenangan saja?

Nah, untuk mengingatkan kita, inilah beberapa tumbuhan yang terancam punah di Indonesia. Simak ya!

1. Bunga Kantong Semar



Ada yang tahu apa itu tumbuhan kantong semar? Tumbuhan ini terbilang unik, karena tumbuhan ini layaknya hewan pemakan serangga, tumbuhan ini memakan serangga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Gimana caranya ya? Bunga kantong semar yang sudah dewasa akan membuka kantongnya dan membiarkan serangga-serangga masuk ke dalamnya, kemudian setelah serangga terperangkap dalam kantong bunga ini pintu kantongnya akan tertutup dan bunga ini mulai melakukan aksinya mencerna serangga yang terperangkap ini.

2. Pohon Cendana



Masih ingat dengan kata “Cendana”? Ya, benar, nama ini digunakan sebagai sebutan nama untuk keluarga mantan presiden Republik Indonesia yaitu pak Soeharto. Kayu dari pohon ini biasa digunakan untuk membuat dupa, parfum, hingga aroma terapi yang dicampur dalam obat herbal. Efek dari harumnya pohon cendana secara psikologis dapat menenangkan anda.

Sangat disayangkan, pohon dengan keunikan baunya ini sangat sulit untuk dikembangbiakan. Bahkan pohon ini sekarang termasuk ke dalam salah satu tamanan yang dilindungi. Tanaman ini merupakan tanaman parasite, ia hidup menumpang ke tumbuhan lainnya. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan kelangkaan tanaman ini.

3. Bunga Bangkai (Rafflesia Arnoldi)



Bunga ini terkenal dengan baunya yang khas (tidak sedap) dan ukurannya yang besar. Bunga ini jika menguncup makan tingginya bisa mencapai 4 meter. Wow terbayang kan betapa besarnya bunga ini? Sepetinya tubuh kita saja akan kalah tinggi. Bau bunga rafflesia bisa menyerupai bau bangkai yang sangat busuk. Bunga rafflesia menggunakan baunya untuk menarik serangga-serangga untuk membantu penyerbukan. Bunga rafflesia terbilang cukup lama utuk bereproduksi, bisa mencapai 5 tahun untuk bisa berbunga kembali. Bunga ini adalah tanaman asli dari hutan Indonesia, tepatnya di pulau Sumatra.

4. Bunga Anggrek Tebu



Anggrek merupakan salah satu bunga yang menjadi idola para pecinta bunga. Karena bentuknya yang menarik dan rupawan dapat memikat hati si pecinta bunga. Setiap bunga anggrek memiliki karakternya masing-masing. Salah satunya anggrek tebu ini yang memiliki karakter bunga yang besar dan berat, apabila anda menimbang bunga ini bisa mencapai 1 ton lebih ditambah lagi panjang bunganya yang bisa mencapai 3 meter. Woow keren bukan? Dengan karakter anggrek yang seperti ini, banyak orang menganggap anggrek ini sebagai anggrek raksasa.

Bunga anggrek tebu memiliki ciri-ciri fisik kombinasi bintik-bintik aksen polkadot berwarna cokelat, merah, dan merah tua semu hitam. Bunga ini apabila dicabut dari batangnya tidak akan langsung layu, bunga ini bisa bertahan hingga 2 bulan walaupun sudah terpisah dengan batangnya. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan banyak orang memburu bunga ini, ditambah lagi dengan perkembangbiakan Bungan ini yang terbilang lambat menambah daftar faktor kepunahan bunga anggrek tebu ini.

5. Pohon Damar



Pohon damar terkenal dengan kayunya yang kuat dan besar. Habitat asli pohon ini adalah di pulau jawa. Pohon ini masuk dalam kategori tumbuhan yang dilestarikan karena sudah hampir punah. Ini disebabkan karena banyak orang yang menebang pohon ini untuk dijadikan furniture karena karakter kayunya yang kuat, besar, dan panjang. Selain itu juga getah dari kayu pohon damar dapat dijadikan untuk membuat kopal yaitu bahan dasar yang biasa digunakan untuk cairan pelapis kertas dan lak serta venis.

6. Daun Payung



Daun yang tumbuh di pulau Sumatra ini memiliki karakter daun yang besar dan lebar mirip dengan payung, itu sebabnya kenapa tanaman ini disebut dengan tanaman daun payung. Tanaman ini pertama kali ditemukan oleh Professor Teijasman sehingga tanaman ini diberi nama ilmiah Johannestiksmania Altifrons. Daun ini biasa digunakan sebagai atap rumah karena karakter daunnya yang kuat dan kokoh serta bisa menahan air. Namun sayangnya karena habitatnya yang banyak beralih fungsi menjadi pemukiman dan pertanian maka tanaman ini digolongkan sebagai tanaman yang dilindungi karena hampir punah.

7. Bunga Edelweiss Jawa



Bunga Edelweiss Jawa dijadikan sebagai salah satu icon gunung. Bunga ini tak layu walaupun sudah dipetik dari tangkainya sehingga banyak orang yang menjadikan bunga edelweiss sebagai lambang dari kesetiaan. Habitat asli bunga ini adalah di pulau Jawa. Salah satu faktor kepunahan bunga ini disebabkan karena banyak pendaki yang merusak alam, salah satunya dengan mencabut bunga edelweiss yang bisa menyebabkan berkurangnya populasi bunga ini.

8. Tanaman Balam Suntai



Banyak orang memburu tanaman ini untuk diambil kayunya, karena kayu yang berasal dari tanaman ini memiliki karakter yang kuat dan kokoh. Tanaman yang bisa disebut juga tanaman Palaquium walsurifolim ini adalah tanaman kayu kelas tinggi. Dari segi ketahanannya/keawetannya tanaman ini masuk ke dalam kelas nomor IV dan dari segi kekuatannya tanaman ini masuk ke dalam kelas nomor II. Tidak heran banyak orang yang memburu tanaman ini. Namun akibatnya tanaman ini menjadi tanaman yang terancam punah.  
Copyright © Tampang.com
All rights reserved