Vietnam Berubah Sikap! Starlink Elon Musk Akhirnya Bisa Masuk?
Tanggal: 19 Feb 2025 05:35 wib.
Sikap Vietnam terhadap layanan internet satelit Starlink yang dimiliki oleh Elon Musk mengalami perubahan signifikan. Sebelumnya, pada akhir 2023, upaya SpaceX untuk menghadirkan Starlink di Vietnam menemui jalan buntu akibat larangan kontrol asing terhadap penyedia internet satelit. Kebijakan ini sempat menjadi penghalang bagi Starlink untuk memasuki negara dengan populasi 100 juta jiwa tersebut.
Namun, situasi kini berubah. Pemerintah Vietnam sedang menyiapkan regulasi baru yang memungkinkan Starlink untuk beroperasi di negaranya, meskipun tetap mempertahankan kendali penuh atas operasionalnya. Langkah ini menjadi titik balik yang menarik dalam kebijakan internet Vietnam.
Dinamika Politik dan Pengaruh Trump dalam Keputusan Vietnam
Laporan dari Reuters pada Selasa (18/2/2025) menyebutkan bahwa keputusan Vietnam ini dapat diartikan sebagai bentuk diplomasi transaksional, khususnya di tengah ancaman tarif impor dari Presiden AS Donald Trump. Musk, yang diketahui memiliki kedekatan dengan Trump dan berperan dalam Lembaga Efisiensi Pemerintah AS (DOGE), diduga memiliki pengaruh dalam perubahan kebijakan ini.
Seorang sumber dalam menyebut bahwa Vietnam siap menyesuaikan kebijakan jika hal tersebut selaras dengan kepentingan pemerintahan Trump. Ini menunjukkan bagaimana Vietnam memainkan strategi diplomasi ekonomi dengan cermat.
Regulasi Baru Vietnam untuk Penyedia Internet Satelit
Dalam rancangan undang-undang yang akan segera dibahas di parlemen, Vietnam berencana memberikan kendali penuh kepada pihak asing dalam operasional penyedia layanan internet satelit. Kebijakan ini akan berlaku hingga 2030 sebagai bagian dari upaya "menghilangkan hambatan dalam kegiatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi."
Namun, perusahaan yang ingin beroperasi di bawah regulasi baru ini tetap harus mendapatkan persetujuan langsung dari Perdana Menteri Vietnam. Dengan demikian, pemerintah tetap memiliki kendali atas ekosistem teknologi di negara tersebut.
Hingga kini, baik SpaceX maupun Kementerian Informasi Vietnam belum memberikan tanggapan resmi terkait kebijakan ini. Meski demikian, langkah Vietnam menunjukkan keseriusan mereka dalam membuka peluang bagi teknologi internet satelit seperti Starlink.
Investasi Besar SpaceX dan Dampaknya bagi Vietnam
SpaceX telah menunjukkan minat besar untuk berekspansi ke Vietnam. Bahkan, perusahaan asal AS ini telah memperluas jaringan pemasoknya di negara tersebut. Pemerintah Vietnam mengungkapkan bahwa SpaceX berencana menginvestasikan sekitar US$1,5 miliar (setara Rp24,4 triliun) untuk mengembangkan infrastruktur telekomunikasi di sana.
Jika layanan Starlink berhasil masuk dan diminati oleh banyak masyarakat Vietnam, ini dapat membantu menyeimbangkan surplus perdagangan negara tersebut dengan Amerika Serikat. Data dari AS menunjukkan bahwa surplus perdagangan Vietnam terhadap AS mencapai angka tertinggi pada tahun lalu, yaitu US$123,5 miliar (sekitar Rp2.000 triliun). Hal ini menjadikan Vietnam sebagai salah satu dari empat negara dengan surplus tertinggi terhadap AS.
Dengan peningkatan impor layanan dan produk dari AS, seperti Starlink, Vietnam bisa mengurangi ketidakseimbangan perdagangan yang menjadi perhatian utama pemerintahan Trump.
Trump dan Potensi Tarif Impor yang Mengancam Vietnam
Presiden Donald Trump baru-baru ini menginstruksikan tim ekonominya untuk menyiapkan tarif timbal balik bagi negara-negara yang memberlakukan pajak impor terhadap AS. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada 1 April, dan negara dengan ketidakseimbangan perdagangan besar terhadap AS akan menjadi target utama.
Vietnam, yang mengandalkan ekspor sebagai penggerak ekonomi, berisiko terdampak jika AS menerapkan kebijakan perdagangan yang lebih ketat. Apalagi, Vietnam juga menjadi basis produksi bagi banyak perusahaan China yang mencari alternatif dari tarif tinggi yang diberlakukan Trump pada 2018 terhadap China.
Sebagai langkah antisipasi, Vietnam juga berencana meningkatkan impor dari AS, terutama produk agrikultur. Dengan begitu, Vietnam berharap dapat menjaga hubungan dagang yang seimbang dan menghindari kebijakan proteksionis yang dapat merugikan ekonominya.
Keputusan Vietnam untuk membuka akses bagi Starlink bisa menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk meredam tekanan perdagangan dari AS sekaligus mendukung perkembangan teknologi dalam negeri.