Sebagian Besar dari 87 Korban Luka dalam Serangan Israel ke Hodeidah Yaman Alami Luka Bakar
Tanggal: 22 Jul 2024 14:05 wib.
Jet-jet tempur Israel pada Sabtu, 20 Juli 204, menghantam target militer Houthi di dekat pelabuhan Hodeidah, Yaman, menewaskan tiga orang dan melukai 87 lainnya. Serangan udara ini menimbulkan situasi kacau, terutama bagi penduduk sipil, dengan sebagian besar korban luka mengalami luka bakar parah. Al-Masirah TV, stasiun televisi yang dikuasai kelompok Houthi, melaporkan bahwa serangan tersebut menargetkan sejumlah fasilitas pengolahan minyak dan energi listrik di wilayah tersebut, menyebabkan kehancuran yang meluas.
Saksi mata dari warga Hodaidah melaporkan bahwa ledakan terdengar beberapa kali di kota tersebut saat pengeboman berlangsung. Pasukan pertahanan sipil dan anggota Houthi berupaya keras memadamkan api di tank-tank minyak di pelabuhan yang menjadi sasaran serangan. Dengan demikian, kerugian yang ditimbulkan oleh serangan tersebut tidak hanya mencakup korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga infrastruktur kota yang penting bagi keberlangsungan hidup warga.
Juru bicara militer Israel mengklaim bahwa pelabuhan Hodeidah digunakan oleh kelompok Houthi untuk menerima senjata dari Iran. Alasan tersebut menjadi justifikasi bagi serangan Israel yang turut menyasar infrastruktur energi. Sebelumnya, Israel telah memberi peringatan kepada sekutu-sekutunya akan rencana serangan terhadap wilayah Yaman ini melalui penggunaan jet tempur F-15, dengan jaminan bahwa seluruh pesawat tempur dapat pulang dengan selamat ke Negeri Bintang Daud.
Tindakan Israel ini juga direspons oleh Dewan Politik Houthi yang memastikan akan ada balasan atas serangan tersebut. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, bahkan menyatakan bahwa pihaknya tidak akan ragu untuk melancarkan serangan ke target-target vital di Israel sebagai bagian dari upaya balas dendam. Ketegangan antara Israel dan Houthi semakin memperumit situasi di kawasan, terutama dalam sektor energi dan keamanan.
Serangan Israel ke Yaman turut menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik Gaza yang terjadi sebelumnya dapat meluas. Perang Gaza yang dipicu oleh serangan dari Hamas pada 7 Oktober 2023 menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan tersebut. Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, mendeskripsikan bahwa apa yang terjadi di Hodeidah tidak hanya menjadi perhatian bagi Timur Tengah, tetapi juga memunculkan dampak nyata yang meluas