Proyek LRT Jakarta Dilirik Investor, BUMN Korsel Gelontorkan Rp 6,7 T

Tanggal: 10 Nov 2017 21:20 wib.
 

Pembangunan infrastruktur di Indonesia semakin dilirik investor.

Hal ini ditunjukan oleh pembangunan infrastruktur kereta ringan light rail train (LRT) Jakarta yang dikerjakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lewat BUMND Jakpro.

Pembangunan LRT kini telah mencapai pengerjaan lintasan fase I dengan rute Kelapa Gading-Velodrome yang dikerjakan oleh kontraktor Wijaya Karya (WIKA).

Kini pembangunan fase II sedang dipersiapkan dengan rute Velodrome-Dukuh Atas sepanjang 9 km. Pembangunan ini rupanya dilirik investor yang menyatakan komitmen pendanaan untuk pekerjaan fase II LRT Jakarta.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan Korea Rail Network Authority, sebuah BUMN milik pemerintah Korea Selatan, telah menandatangani nota kesepahaman terkait proyek Light Rapid Transit (LRT).

Dirut PT Jakpro Satya Heragandhi mengungkapkan bahwa Korea Rail Network Authority akan menggelontorkan dana sebesar US$ 500 juta atau Rp 6,75 triliun (kurs Rp 13.500/US$).

"Korea berkomitmen untuk bantu memberikan financing sebesar US$ 500 juta, dan ke depan untuk Fase II. Jakpro akan mengkaji skema public private partnership (PPP) dengan menggandeng mitra KRNA," kata Satya dalam keterangannya, Kamis (9/11/2017).

Kerja sama ini akan membantu meringankan APBD. Sebelumnya, Korea Rail Network Authority telah membantu PT Jakpro dalam feasibility study untuk penyempurnaan trase seluruh koridor LRT di DKI Jakarta.

"Penyempurnaan seluruh koridor dengan panjang sekitar 116 km sudah ditetapkan dalam Keputusan Gubernur No.1859 tahun 2015 dan dengan adanya pendanaan Korea ini akan membantu meringankan beban APBD," ujar Satya.

Selain itu, Korea Rail Network Authority juga akan memberikan pendidikan dan pelatihan gratis untuk operasional dan perawatan prasarana, serta sarana LRT Jakarta.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved