Pengaruh Kebisingan terhadap Hewan dan Tumbuhan

Tanggal: 24 Mei 2018 00:00 wib.
Hasil penelitian menunjukkan burung dan hewan lain mengubah perilaku mereka sebagai  respons terhadap suara yang dihasilkan aktivitas manusia, seperti suara kendaraan atau mesin. Namun, suara-suara bising itu tidak hanya memengaruhi hewan-hewan. Karena banyak hewan bertindak sebagai penyerbuk, pemakan, atau penyebar biji-biji, suara bising pun menyebabkan efek domino pada tanaman.

Dalam kasus suara bising memiliki efek terhadap tanaman berumur tinggi seperti pohon, konsekuensinya dapat bertahan sampai sedekade, bahkan setelah sumber suara sudah tidak ada. Demikian disampaikan Clinton Francis dari National Evolutionary Synthesis Center di Durham, North Carolina.

Untuk mengetahui pengaruh respons hewan terhadap suara pada tanaman, peneliti melakukan serangkaian eksperimen dari 2007 sampai 2012 di Bureau of Land Managements Rattlesnake Canyon Wildlife Area, barat laut New Mexico.

Tingkat kebisingan pada petak paling berisik diatur hingga sama dengan tingkat kebisingan jalan tol yang terdengar dari jarak 500 meter. Peneliti kemudian membandingkan jumlah hewan penyerbuk yang berkurijung ke lokasi bising dan lokasi yang sepi. Ternyata satu spesies burung, yakni black chinned colibri (Archilochus alexandri), berkunjung lima kali lebih banyak ke lokasi bising daripada lokasi yang sepi.

Black chinned colibri mungkin lebih memilih lokasi yang berisik karena spesies burung lain yang memburu sarang mereka, yaitu burung western scrub jay, cenderung menghindari daerah itu.

Pada seri kedua eksperimen di lokasi yang sama, para peneliti mencoba menemukan pengaruh suara terhadap biji-biji pohon dan tunas dengan menggunakan salah satu pohon yang mendominasi area tersebut, pinus pinon (Pinus edulis).

Biji pinus pinon yang dimakan tikus, jelas Francis, tidak akan utuh setelah melalui pencernaan hewan tersebut. Jadi, peningkatan populasi tikus dekat lokasi yang bising dapat berakibat buruk bagi bibit pinus di area tersebut.

Peneliti menghitung jumlah biji pinus pinon di akhir penelitian. Mereka menemukan bahwa jmnlah bjji di tempat yang tenang empat kali lebih banyak daripada di tempat bising. Menurut Francis, pinus pinon diperkirakan membutuhkan puluhan tahun untuk tumbuh dari biji hingga menjadi pohon dewasa.

Hal itu berarti konsekuensi kebisingan dapat bertahan lebih lama daripada yang diduga sebelumnya. Jumlah biji lebih sedikit di tempat bising berarti lebih sedikit pohon-pohon dewasa nantinya.

Karena pertumbuhan pohon pinus pinon sangat lambat, perubahan itu mungkin tidak akan terdeteksi selama bertahun-tahun. Lebih sedikit pohon pinus pinon, berarti berkurang-nya habitat penting bagi ratusan spesies yang bergantung pada mereka.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved