Sumber foto: Cnbcindonesia.com

PBB: Kerusakan Infrastruktur Gaza Diperkirakan Mencapai $18,5 Miliar dan 33.000 Warga Tewas

Tanggal: 5 Apr 2024 23:42 wib.
Palestina, Gaza mengalami kerusakan infrastruktur kritis senilai $18,5 miliar selama empat bulan pertama dari pengeboman Israel, demikian yang terungkap dalam laporan gabungan antara PBB dan Bank Dunia yang dirilis pada 2 April.

Kerusakan yang terjadi antara Oktober 2023 dan Januari 2024 setara dengan 97 persen dari Gabungan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2022 dari Tepi Barat yang diduduki dan Gaza, dengan perumahan menyumbang 72 persen dari kerusakan, sementara layanan publik seperti air, kesehatan, dan pendidikan menyumbang 19 persen.

Serangan Israel yang tak kenal lelah terhadap wilayah yang terkepung selama enam bulan telah meratakan perumahan dan infrastruktur sosial Gaza, meninggalkan 24 juta ton puing-puing dan reruntuhan yang akan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menghilangkannya.

Sejak 7 Oktober, lebih dari 33.000 warga Palestina tewas, lebih dari satu juta penduduk Gaza kini menganggur, 85 persen dari populasi enclave ini mengalami pengungsian internal, dan lebih dari setengahnya menghadapi kelaparan di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan yang akut - sebagai hasil langsung dari perang Israel dan blokade yang menghancurkan.

Data terkait mengenai dampak kerusakan infrastruktur Gaza menjadi informasi tambahan yang penting untuk dipertimbangkan. Menunjukkan bahwa dampak kerusakan infrastruktur ini bukan hanya sekadar kerugian finansial, tetapi juga memiliki dampak kemanusiaan yang besar. Dampak tersebut tidak hanya terlihat dari sisi ekonomi, namun juga dari sisi sosial dan kesehatan. Penurunan kualitas hidup, ketidakstabilan psikologis, dan ancaman kesehatan masyarakat turut menyertainya.

Selain itu, sejumlah data-data yang dihimpun dari sumber yang dapat dipercaya juga menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur Gaza bukanlah tugas yang mudah. Diperlukan waktu bertahun-tahun dan dana yang besar untuk merekonstruksi kembali infrastruktur yang telah hancur. Hal ini menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kehidupan masyarakat Gaza, terutama dalam hal pemulihan ekonomi, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pendidikan.

Laporan ini juga menyoroti urgensi keselamatan dan kemanusiaan di Gaza, karena meluasnya kerusakan infrastruktur telah menciptakan kondisi kehidupan yang sangat sulit bagi penduduk Gaza. Dalam konteks ini, dukungan dan upaya internasional sangat diperlukan agar Gaza dapat pulih kembali dan memperbaiki infrastruktur yang telah rusak parah akibat konflik yang berkepanjangan.

Dengan demikian, laporan ini menyoroti pentingnya perhatian global terhadap konflik yang terjadi di Palestina dan Gaza, dan juga memperkuat urgensi mendukung rekonstruksi dan pembangunan kembali infrastruktur yang hancur sebagai langkah awal untuk memulihkan kondisi kehidupan masyarakat di Gaza.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved