Sumber foto: google

Netanyahu Bertemu Para Pejabat Tinggi Saat Kekhawatiran Serangan Iran Meningkat

Tanggal: 13 Apr 2024 09:26 wib.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bersiap-siap untuk menghadapi kemungkinan serangan Iran yang semakin meningkat. Hal ini terungkap dalam pertemuan yang akan dilakukan oleh para pejabat tinggi untuk mempersiapkan langkah-langkah dalam menghadapi ancaman yang mungkin datang dari Iran. Keterangan tersebut berdasarkan pemberitaan media lokal yang mencerminkan ketegangan yang semakin meningkat mengenai kemungkinan Iran akan membalas serangan udara yang menewaskan komandan senior Iran.

Dalam mengantisipasi serangan potensial ini, para pejabat Amerika menegaskan bahwa serangan besar yang "menantang" terhadap Israel bisa terjadi dalam waktu dekat. Mereka mengungkapkan bahwa Iran dapat menggunakan lebih dari 100 drone, puluhan rudal jelajah, dan kemungkinan rudal balistik. Serangan ini diyakini akan ditujukan pada sasaran militer di Israel, mengundang kekhawatiran akan dampak yang mungkin ditimbulkan.

Dalam menghadapi situasi ini, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diperkirakan akan mengadakan pertemuan dengan anggota kabinet perangnya, termasuk Menteri Pertahanan Yoav Gallant dan tokoh oposisi Benny Gantz. Sementara itu, pejabat AS memperingatkan bahwa Iran juga memiliki opsi untuk menahan diri sehingga ukuran, skala, dan cakupan serangan tersebut sulit untuk diprediksi.

Dalam konteks ini, Presiden Joe Biden telah memberikan dukungan kuat kepada Israel sebagai tindakan respons terhadap potensi serangan dari Iran. Kondisi ini juga mengakibatkan negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, India, dan Australia memberikan peringatan kepada warganya agar tidak melakukan perjalanan ke Israel. Departemen Luar Negeri AS bahkan melarang staf diplomatik dan keluarga mereka di Israel untuk melakukan perjalanan ke luar kota Tel Aviv, Yerusalem, dan Beersheba.

Ketegangan yang semakin meningkat ini juga berimbas pada pihak-pihak yang terkait, termasuk staf diplomatik di Israel yang lebih berhati-hati dalam menyusun rencana keamanan. Meskipun pemerintah belum mengeluarkan saran baru apa pun kepada masyarakat, mereka tetap memberikan panduan yang sudah ada untuk menyediakan air, makanan selama tiga hari, dan obat-obatan penting. Hal ini juga diamini oleh radio Israel yang melaporkan bahwa pihak berwenang setempat telah diberitahu untuk bersiap menghadapi kemungkinan serangan, termasuk dengan menilai kesiapan tempat penampungan umum.

Tak hanya itu, militer Israel juga telah melakukan berbagai langkah preventif di antaranya membatalkan cuti pulang bagi pasukan tempur, memperkuat pertahanan udara, dan memanggil pasukan cadangan. Langkah ini dilakukan bagi mengantisipasi respons yang mungkin dari Iran setelah serangan rudal di konsulat Iran di Damaskus, Suriah, mengakibatkan tewasnya sejumlah pemimpin senior militer Iran.

Dalam upaya untuk mengendalikan situasi, para pejabat di beberapa negara telah berusaha mencegah Iran agar tidak melancarkan serangan terhadap Israel karena dapat memicu perang regional yang lebih luas. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga telah melakukan langkah diplomasi dengan berbicara kepada menteri luar negeri Tiongkok, Arab Saudi, dan Turki untuk mencoba meyakinkan mereka agar menggunakan pengaruhnya terhadap Iran.

Ketika kekuatan-kekuatan besar menunjukkan ketegangan di tingkat diplomasi, warga sipil di Israel, serta di wilayah sekitar, merasa cemas akan kemungkinan terjadinya serangan. Konflik-konflik yang terus berlangsung di kawasan tersebut turut melibatkan berbagai pihak, termasuk kelompok Hizbullah Lebanon yang didukung Iran, gerakan Houthi Yaman, serta perang saat ini di Gaza yang melibatkan Hamas dan Israel.

Dalam kaitannya dengan perang di Gaza, perlu dicatat bahwa konflik ini dipicu ketika Hamas menyerang komunitas Israel di dekat Jalur Gaza. Respons dari kedua belah pihak menyebabkan korban jiwa dari kedua belah pihak, dan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut. Situasi ini juga menyebabkan Israel dilaporkan melancarkan serangan hampir setiap hari melintasi perbatasannya dengan kelompok Hizbullah Lebanon yang didukung Iran, sementara kelompok yang didukung Iran di Irak dan Yaman berusaha menyerang wilayah Israel serta pangkalan AS di Irak dan Suriah.

Dalam menghadapi kondisi ini, Perdana Menteri Netanyahu mengatakan pemerintahannya siap "untuk memenuhi semua kebutuhan keamanan Negara Israel" dan bahwa hubungan antara Israel dan Amerika Serikat semakin diperkuat oleh ancaman serangan Iran.

Dari penjelasan di atas, situasi yang terus memunculkan kekhawatiran akan serangan Iran ke Israel harus menjadi perhatian bersama. Diperlukan langkah-langkah tegas yang diambil oleh para pihak terkait untuk mencegah meluasnya konflik ini dan menjaga stabilitas keamanan di kawasan tersebut. Demikianlah upaya-upaya diplomasi, persiapan pertahanan, serta perhatian kepada rakyat menjadi kunci dalam menghadapi potensi serangan yang mungkin terjadi. Seraya berharap agar situasi ini dapat segera diselesaikan tanpa menimbulkan dampak yang merugikan bagi kedua belah pihak.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved