Kenapa Uang Kertas di Australia Bisa Tahan Air?
Tanggal: 29 Agu 2025 07:55 wib.
Uang kertas di Australia dikenal unik, tidak seperti mata uang kertas pada umumnya yang terbuat dari serat kapas. Mata uang Dolar Australia (AUD) memiliki ciri khas yang membuatnya tahan air, sulit sobek, dan lebih awet. Inovasi ini bukan sekadar fitur tambahan, melainkan sebuah revolusi dalam dunia percetakan uang yang dimulai pada akhir abad ke-20. Alih-alih menggunakan kertas, bank sentral Australia memutuskan untuk mencetak mata uang mereka di atas material polimer. Keputusan ini didasari oleh berbagai pertimbangan, mulai dari masalah keamanan hingga ketahanan fisik.
Revolusi dari Kertas Menuju Polimer
Sebelumnya, seperti kebanyakan negara lain, uang kertas Australia juga terbuat dari bahan dasar kertas. Namun, pada pertengahan 1980-an, Australia menghadapi masalah serius terkait keamanan uang kertas mereka. Teknologi pemalsuan semakin canggih, membuat mata uang yang ada rentan dipalsukan. Para ahli di Reserve Bank of Australia (RBA) dan Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) mulai bekerja sama untuk mencari solusi. Hasilnya adalah pengembangan sebuah material baru yang revolusioner: polimer.
Polimer yang digunakan adalah sejenis plastik khusus yang disebut polypropylene biaxially-oriented (BOPP). Material ini jauh berbeda dari kertas yang terbuat dari serat kapas. BOPP adalah film plastik transparan yang sangat tipis, kuat, dan fleksibel. Proses pembuatannya yang kompleks melibatkan peregangan material ke dua arah untuk meningkatkan kekuatannya. Setelah film polimer ini jadi, barulah fitur-fitur keamanan dan desain mata uang dicetak di atasnya.
Pemilihan material polimer ini adalah terobosan besar. Kertas memiliki sifat berpori dan mudah menyerap cairan, sehingga rentan rusak jika basah. Sebaliknya, polimer adalah material non-pori dan tahan air secara alami. Uang kertas yang terbuat dari polimer tidak akan rusak jika terkena tumpahan kopi, kehujanan, atau bahkan tidak sengaja tercuci di mesin cuci.
Fitur Tahan Air dan Keamanan Ganda
Kemampuan tahan air uang Dolar Australia bukan hanya sekadar efek samping dari material polimer, melainkan salah satu fitur keunggulan utama yang disengaja. Sifat ini memberikan manfaat praktis yang signifikan bagi masyarakat. Uang tidak mudah kotor, lebih higienis, dan tidak mudah rusak akibat kelembaban tinggi. Ini sangat relevan di negara dengan iklim beragam seperti Australia.
Selain itu, material polimer memungkinkan integrasi fitur-fitur keamanan yang sulit ditiru pada uang kertas biasa. Salah satu fitur paling terkenal adalah jendela transparan atau clear window. Jendela ini terbuat dari material yang sama, dan di dalamnya seringkali terdapat hologram atau gambar kecil yang hanya bisa terlihat dari sudut tertentu. Jendela ini sangat sulit dipalsukan karena proses pembuatannya yang rumit. Selain itu, ada juga fitur seperti microprinting (tulisan super kecil), gambar timbul, dan lapisan khusus yang hanya terlihat di bawah sinar ultraviolet.
Keunggulan lain dari uang polimer adalah daya tahannya yang luar biasa. Rata-rata umur uang polimer bisa tiga sampai empat kali lebih lama dari uang kertas. Uang kertas biasa akan sobek, lusuh, dan kotor setelah digunakan berulang kali, sehingga perlu sering ditarik dari peredaran. Uang polimer, di sisi lain, lebih awet dan tahan terhadap lipatan, sobekan, dan kotoran. RBA memperkirakan bahwa penggunaan uang polimer mengurangi biaya produksi dan pengelolaan mata uang dalam jangka panjang.
Dampak dan Adopsi Global
Inovasi yang dimulai oleh Australia ini tidak hanya berhenti di sana. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 1988 dengan uang kertas $10 untuk memperingati ulang tahun ke-200 Australia, teknologi ini terbukti sukses dan mulai diadopsi oleh banyak negara lain. Kanada, Selandia Baru, Inggris, Rumania, dan Vietnam adalah beberapa negara yang kini juga mencetak mata uang mereka di atas bahan polimer. Setiap negara mengadaptasi teknologi ini sesuai dengan kebutuhan dan desain mata uang mereka, namun konsep dasarnya tetap sama: menggunakan polimer untuk menciptakan mata uang yang lebih aman dan tahan lama.
Meskipun memiliki banyak keunggulan, ada beberapa tantangan yang muncul di awal transisi. Masyarakat perlu beradaptasi dengan tekstur uang yang berbeda. Beberapa mesin ATM atau mesin kasir juga harus dimodifikasi agar bisa mengenali uang polimer. Namun, seiring berjalannya waktu, adaptasi ini berhasil dan manfaatnya jauh melampaui tantangan awal.