Jusuf Kalla Berharap Kader HMI banyak yang jadi Pengusaha

Tanggal: 20 Nov 2017 10:03 wib.
Tampang.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap para kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) lebih banyak yang terjun jadi pengusaha. Karena selama ini masalah keadilan ekonomi masih belum dinikmati semua masyarakat.

 

Dia menuturkan keadilan ekonomi yang tidak merata itu bisa menimbulkan kesenjangan sosial. Dengan menjadi pengusaha, diharapkan para alumni HMI bisa berperan lebih untuk membangun bangsa. "Karena itulah harus tumbuh para kader baru di bidang ekonomi, para pengusaha," ujar JK pada penutupan Musyawarah Nasional ke 10 Korps Alumni HMI di halaman Istana Maimun, Medan, kemarin (19/11).

 

Salah satu manfaat konkritnya adalah bisa membantu kader HMI yang belum mendapatkan pekerjaan. JK meminta kader senior bisa membantu junior dengan cara lebih diutamakan bila ada lowongan kerja. "Tentu asalkan memenuhi persyaratan yang tentu ditentukan masing-masing pihak.

 

Kalau tidak, tentu semangat alumni itu akan kurang," imbuh JK yang juga menjadi ketua dewan etik KAHMI.

 

Dia mengapresiasi sembilan orang yang terpilih sebagai presidium KAHMI. Yakni Kamrussamad yang memperoleh 431 suara, Ade Komarudin (421), Ahmad Riza Patria (365), Ahmad Dolly Kurnia (334), Viva Yoga (331), Harry Azhar Azis (326), Siti Zuhro (300), Herman Khoeron (268), dan Sigit Pamungkas (257). Mereka punya latar belakang partai politik berbeda. Mulai dari partai Golkar, PAN, dan Demokrat. Ada pula birokrat dan pengusaha.

 

"Selalu kita pertahankan bahwa kebihnnekaan itu sendiri tumbuh dari dalam KAHMI, HMI sendiri. Tidak melihat asal usulnya tapi melihat kemampuannya," imbuh JK.

 

Mantan koordinator presidium KAHMI Mahfud MD menuturkan kehadiran Presiden Joko Widodo saat pembukaan dan Wapres JK saat penutupan adalah bentuk pengakuan terhadap KAHMI.

 

Kami mengucapkan Alhamdulillah, acara sudah berlangsung dengan baik, terutama pada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tabg telah memfasilitasi. Dia berharap KAHMI tetap tidak berkoalisi dengan kekuatan politik. "Tapi berkoalisi dengan tujuan negara RI membangun kesejahteraan masyarakat yang adil dan makmur di dalam keberagaman dalam kebersatuan," ungkap dia.

 

Sementara itu, Kamrussamad menuturkan KAHMI akan lebih fokus pada pemberdayaan ekonomi umat. Karena tantangan di masa depan adalah bagaimana umat Islam bisa mengambil peranan di bidang ekonomi. "Sebagai pelaku, sebagai pencipta lapangan kerja. Sekaligus membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran," kata Wakil Ketua Kompartemen Konstruksi dan Infrastruktur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu. 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved