Sumber foto: Google

Jepang Bersiap Hadapi Potensi Letusan Gunung Fuji

Tanggal: 25 Mar 2025 14:19 wib.
Tampang.com | Pemerintah Jepang, melalui panel resminya, mengeluarkan laporan berisi imbauan kepada masyarakat terkait kemungkinan letusan Gunung Fuji. Meskipun telah lebih dari 300 tahun sejak letusan terakhirnya, gunung ini masih tergolong sebagai gunung berapi aktif menurut para ahli vulkanologi.

Laporan yang dirilis pada 21 Maret 2025 oleh NHK, berisi skenario dan langkah mitigasi jika Gunung Fuji mengalami letusan besar. Salah satu dampak utama yang diantisipasi adalah timbunan abu vulkanik yang dapat menutupi Tokyo, Prefektur Kanagawa, dan wilayah sekitarnya hingga setebal 10 sentimeter atau lebih.

Dampak Letusan Gunung Fuji terhadap Penduduk

Dalam laporan yang sama, pakar vulkanologi memperingatkan bahwa jika terjadi letusan besar, penduduk di Tokyo dan prefektur sekitarnya kemungkinan tidak dapat meninggalkan wilayah tersebut. Jika timbunan abu masih di bawah 30 sentimeter, masyarakat disarankan untuk tetap berlindung di dalam rumah. Namun, jika ketebalan abu melebihi angka tersebut, evakuasi menjadi pilihan utama.

Selain itu, abu vulkanik yang bercampur air hujan dapat meningkatkan risiko runtuhnya rumah-rumah kayu. Para ahli juga memperkirakan bahwa letusan dapat menyebabkan pemadaman listrik dalam waktu lama. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menyimpan persediaan kebutuhan pokok untuk minimal dua minggu.

Langkah Mitigasi yang Didorong Pemerintah Jepang

Menyadari potensi bahaya yang bisa terjadi, pemerintah Jepang dan para ahli menyerukan beberapa langkah mitigasi, di antaranya:
Membangun sistem penyebaran informasi terkait letusan dan dampaknya.
Mempersiapkan prakiraan sebaran abu vulkanik untuk memperkirakan dampak terhadap wilayah sekitar.
Menyediakan jalur evakuasi yang efektif bagi penduduk yang terdampak.

Sejarah Aktivitas Gunung Fuji

Gunung Fuji adalah gunung tertinggi di Jepang dengan ketinggian 3.776 meter di atas permukaan laut. Terletak di antara Prefektur Yamanashi dan Shizuoka, gunung ini telah menjadi ikon budaya serta memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi.

Menurut catatan sejarah, Gunung Fuji terbentuk pada 286 SM akibat gempa bumi, dan telah mengalami serangkaian letusan sejak saat itu. Aktivitas vulkanik awalnya diperkirakan terjadi sejak 700 ribu tahun lalu, dan gunung yang ada saat ini merupakan gabungan dari tiga generasi gunung api:



Komitake (bagian bawah, terbentuk ratusan ribu tahun lalu).


Fuji Lama (terbentuk sekitar 100 ribu tahun lalu).


Fuji Baru (Shin Fuji), yang muncul sekitar 10 ribu tahun lalu dan membentuk puncak berbentuk kerucut yang kita kenal sekarang.



Letusan terakhir Gunung Fuji terjadi pada Desember 1707, setelah gempa bumi berkekuatan 8,4 Magnitudo mengguncang Jepang 49 hari sebelumnya. Saat itu, langit di Tokyo menjadi gelap, dan permukiman sekitar gunung terkubur abu vulkanik.

Meskipun telah lama tidak meletus, Gunung Fuji tetap berpotensi aktif dan bisa mengalami erupsi di masa depan. Pemerintah Jepang telah mengambil langkah-langkah antisipasi untuk mengurangi dampak bencana bagi penduduk. Dengan persiapan matang, diharapkan mitigasi bencana dapat berjalan efektif dan mengurangi risiko besar bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah terdampak.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved