Israel Masih Masuk Daftar 10 Besar Negara Paling Bahagia di Dunia, Apa Rahasianya?
Tanggal: 2 Apr 2025 14:38 wib.
Tampang.com | Meskipun berada dalam kondisi konflik yang berkepanjangan, Israel tetap bertengger di peringkat 10 besar dalam daftar negara paling bahagia di dunia versi World Happiness Report (WHR) 2025. Kendati mengalami penurunan tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya, pencapaian ini tetap mencerminkan tingginya tingkat kesejahteraan subjektif di negara tersebut.
Dukungan Sosial yang Kuat Jadi Kunci Kebahagiaan Israel
Menurut laporan yang dikutip dari The Jerusalem Post, meski Israel menghadapi situasi politik dan keamanan yang tidak stabil, negara ini tetap mempertahankan skor kebahagiaan yang tinggi. Salah satu faktor utama yang mendukung hal ini adalah kuatnya solidaritas sosial di antara warganya. Masyarakat Israel memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap sesama, terutama saat menghadapi masa-masa sulit.
Laporan WHR 2025 menyoroti konsep expected benevolence atau harapan terhadap kebaikan orang lain sebagai faktor penting dalam membangun kebahagiaan masyarakat Israel. Sikap optimisme terhadap sesama ini membantu warga Israel menghadapi tantangan hidup dengan lebih positif.
Peran Kehidupan Sosial dan Aktivitas Keluarga
Tidak hanya Israel, beberapa negara Nordik dan Amerika Latin yang masuk dalam daftar negara paling bahagia juga menunjukkan pola yang sama. Kedekatan dengan keluarga dan partisipasi aktif dalam kehidupan sosial berkontribusi besar terhadap kebahagiaan masyarakat. Kegiatan seperti makan bersama keluarga, berbagi kebahagiaan, hingga melakukan aktivitas sukarela menjadi pilar utama dalam menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan warga Israel.
Studi dalam laporan ini juga menunjukkan bahwa keterlibatan dalam kegiatan sosial mampu menurunkan angka deaths of despair atau kematian akibat keputusasaan, seperti bunuh diri dan penyalahgunaan zat. Di Israel, banyak masyarakat yang aktif dalam kegiatan amal dan sukarela, yang berkontribusi terhadap kesejahteraan mental secara keseluruhan.
Tantangan yang Masih Dihadapi Israel
Meski memiliki skor kebahagiaan yang tinggi, Israel tetap menghadapi berbagai tantangan besar. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah meningkatnya isolasi sosial di kalangan generasi muda. Hal ini menjadi perhatian serius karena bisa berdampak pada kesehatan mental masyarakat dalam jangka panjang.
Selain itu, ketegangan politik dan ancaman keamanan yang terus berlangsung juga dapat mempengaruhi kesejahteraan subjektif masyarakat Israel. Oleh karena itu, laporan WHR menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur kesehatan mental dan penguatan ketahanan komunitas agar masyarakat bisa lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.
Finlandia Tetap Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia
Sementara itu, Finlandia masih mempertahankan posisinya sebagai negara paling bahagia di dunia. Negara-negara Nordik lainnya seperti Denmark, Islandia, dan Swedia juga masuk dalam peringkat teratas. Keberhasilan negara-negara ini dalam menjaga kebahagiaan warganya tidak terlepas dari sistem dukungan sosial yang kuat, pelayanan kesehatan yang berkualitas, serta kepercayaan publik yang tinggi terhadap institusi pemerintah.
Metode Pengukuran Kebahagiaan dalam WHR 2025
Laporan WHR merupakan survei global yang mengukur kesejahteraan subjektif masyarakat berdasarkan beberapa indikator utama. Salah satu metode utama yang digunakan adalah Cantril ladder, di mana responden diminta menilai kehidupan mereka dalam skala 0 hingga 10—dengan 0 sebagai kondisi terburuk dan 10 sebagai kondisi terbaik.
Selain itu, laporan ini juga menggunakan metrik positive affect dan negative affect untuk mengukur pengalaman emosional individu. Positive affect mencakup pengalaman emosi positif seperti kebahagiaan, antusiasme, dan tawa, sementara negative affect mencakup emosi negatif seperti kecemasan, kesedihan, dan kemarahan.
Kesimpulan
Terlepas dari konflik dan tantangan yang ada, Israel tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu negara paling bahagia di dunia berkat solidaritas sosial yang kuat, optimisme masyarakat, serta keterlibatan dalam aktivitas sosial dan keluarga. Namun, tantangan seperti isolasi sosial dan ancaman keamanan masih menjadi isu yang perlu diatasi agar kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di masa mendatang.