Sumber foto: Google

Gletser di China Menyusut 26 Persen dalam 60 Tahun Akibat Perubahan Iklim

Tanggal: 31 Mar 2025 18:27 wib.
Tampang.com | Perubahan iklim terus memberikan dampak nyata bagi lingkungan, salah satunya adalah pencairan gletser. Berdasarkan data terbaru dari Northwest Institute of Eco-Environment and Resources, Akademi Ilmu Pengetahuan China, luas gletser di negara tersebut telah menyusut hingga 26 persen dalam 60 tahun terakhir.

Penyusutan Gletser di China

China memiliki sekitar 46.000 gletser yang tersebar di wilayah barat dan utara, termasuk Tibet, Xinjiang, Sichuan, Yunnan, Gansu, dan Qinghai. Pada periode 1960–1980, luas total gletser di negara itu mencapai 59.000 kilometer persegi. Namun, pada 2020, angka tersebut turun drastis menjadi hanya 46.000 kilometer persegi.

Fenomena ini menunjukkan betapa cepatnya perubahan iklim memengaruhi es di wilayah pegunungan tinggi. Dampaknya tidak hanya berpengaruh terhadap ekosistem lokal tetapi juga terhadap sumber air bagi jutaan orang yang bergantung pada gletser sebagai cadangan air alami.

Upaya China dalam Menyelamatkan Gletser

Menyadari ancaman ini, pemerintah China berupaya keras memperlambat pencairan gletser dengan memanfaatkan teknologi canggih. Beberapa langkah yang telah diambil antara lain:



Menggunakan selimut salju untuk menutupi gletser agar pencairan akibat sinar matahari dapat dikurangi.


Sistem salju buatan, yang berfungsi sebagai penahan alami untuk memperlambat proses pencairan.



Meskipun langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu, para ilmuwan tetap menekankan bahwa solusi utama adalah mengurangi emisi gas rumah kaca secara global.

Tren Global: Gletser Dunia Terus Menghilang

Pencairan gletser di China sejalan dengan tren global. Data dari Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) mencatat bahwa sejak 2022 hingga 2024, gletser di seluruh dunia telah kehilangan massa terbesar dalam sejarah pencatatan.

Laporan WMO menyebutkan bahwa gletser-gletser selain di Greenland dan Antartika telah kehilangan lebih dari 9.000 miliar ton es sejak 1975. Jika laju pencairan ini terus berlanjut, banyak gletser di dunia diprediksi akan hilang pada akhir abad ini.

Ancaman Serius bagi Masa Depan

Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, menegaskan bahwa gletser bukan hanya sekadar es yang mencair, tetapi memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Hilangnya gletser akan berdampak besar terhadap:



Ketersediaan air bersih, terutama bagi wilayah yang mengandalkan gletser sebagai sumber air utama.


Naiknya permukaan air laut, yang dapat menyebabkan banjir di berbagai wilayah pesisir.


Perubahan pola cuaca, yang dapat memicu bencana alam seperti kekeringan dan badai lebih ekstrem.



Kesimpulan

Pencairan gletser di China dan seluruh dunia menjadi peringatan serius mengenai dampak perubahan iklim. Meskipun upaya mitigasi telah dilakukan, langkah paling efektif tetaplah pengurangan emisi gas rumah kaca. Jika tidak ada perubahan signifikan dalam kebijakan lingkungan global, masa depan banyak gletser di dunia akan berada di ambang kepunahan.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved