Elon Musk Dukung Trump Tutup USAID, Bill Gates Khawatir Jutaan Orang Akan Mati?
Tanggal: 8 Feb 2025 17:24 wib.
Tampang.com | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berencana menutup Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) dan mengintegrasikannya ke dalam Departemen Luar Negeri. Langkah ini menuai banyak kritik, termasuk dari Bill Gates. Pendiri Microsoft itu mengkhawatirkan dampak besar dari penghapusan USAID, terutama terhadap jutaan orang yang bergantung pada bantuan kemanusiaan lembaga tersebut.
USAID selama ini dikenal sebagai badan yang mendistribusikan dana miliaran dolar untuk berbagai program bantuan di seluruh dunia, seperti distribusi vaksin dan program nutrisi. Gates, melalui yayasan miliknya, Gates Foundation, telah lama bekerja sama dengan USAID dalam berbagai inisiatif sosial dan kesehatan global. Ia menegaskan bahwa jika badan ini benar-benar dihapus, dampaknya bisa sangat fatal.
Sebaliknya, Elon Musk justru mendukung kebijakan Trump. Musk, yang saat ini menjabat sebagai penasihat pemerintahan Trump, berpendapat bahwa USAID adalah lembaga yang tidak transparan dan memiliki agenda politik tertentu. Di platform media sosial X, ia bahkan menyebut USAID sebagai "organisasi kriminal" yang sudah saatnya dibubarkan.
Sementara itu, para staf USAID dikabarkan mulai mengalami dampak dari kebijakan ini. Beberapa pegawai melaporkan bahwa mereka tidak bisa lagi mengakses sistem komputer internal USAID hanya dalam semalam. Sebuah email resmi juga telah dikirimkan kepada staf, mengumumkan bahwa kantor pusat USAID di Washington akan resmi ditutup pada Senin, 3 Februari.
Gates mengingatkan bahwa dana yang dialokasikan untuk USAID sebenarnya sangat kecil jika dibandingkan dengan kekayaan AS secara keseluruhan. Namun, dampaknya bagi dunia sangat besar. Ia berharap ada upaya untuk mempertahankan sebagian dari pekerjaan USAID agar tidak sepenuhnya hilang.
Namun, dengan keputusan Trump yang tampaknya sudah final dan dukungan dari Musk, masa depan USAID kini berada di ujung tanduk.