Dubes Israel untuk Austria Terekam Usulkan Hukuman Mati bagi Remaja Palestina
Tanggal: 26 Mar 2025 10:12 wib.
Tampang.com | Sebuah rekaman rahasia yang beredar memperlihatkan Duta Besar Israel untuk Austria, David Roet, mengusulkan hukuman mati bagi remaja Palestina yang terlibat dalam konflik bersenjata. Pernyataan kontroversial ini diungkap dalam sebuah pertemuan tertutup dengan komunitas Yahudi di Innsbruck, Austria, pada Kamis (20/3/2025).
Rekaman Bocor: Usulan Hukuman Mati untuk Remaja Palestina
Dalam video yang dipublikasikan oleh Middle East Eye pada Minggu (23/3/2025), Roet menyatakan bahwa anak-anak yang membawa senjata harus dihukum mati.
"Harus ada hukuman mati bagi remaja yang memegang senjata atau granat," ujar Roet dalam rekaman tersebut.
Namun, ia tidak menyertakan bukti mengenai adanya anak-anak yang benar-benar bersenjata di Gaza. Pernyataannya muncul hanya dua hari setelah Israel melanggar gencatan senjata pada 18 Maret, yang mengakibatkan lebih dari 500 warga Palestina tewas, termasuk hampir 200 anak-anak.
Mengabaikan Korban Sipil di Gaza
Dalam pertemuan tersebut, Roet juga menepis kekhawatiran mengenai tingginya jumlah korban sipil akibat agresi Israel di Gaza. Ia membantah bahwa Israel sengaja menyerang warga sipil, meskipun fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya.
Menurut data UNICEF, lebih dari 14.500 anak-anak telah tewas akibat serangan Israel sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023. Sementara itu, total korban tewas di Palestina telah melebihi 50.000 orang, dengan 113.000 lainnya terluka dan sekitar 10.000 masih hilang, kemungkinan tertimbun di bawah reruntuhan.
Pernyataan Soal Gaza yang Picu Kontroversi
Roet juga memberikan pernyataan kontroversial mengenai masa depan Gaza dan rencana rekonstruksi setelah perang.
"Apakah Eropa akan cukup gila untuk menginvestasikan uang lagi di Gaza? Jadi kita harus menghancurkannya lain kali," ujarnya.
Komentarnya menimbulkan kecaman karena dianggap menunjukkan sikap tidak manusiawi terhadap penderitaan warga Gaza.
Koneksi Politik dan Pengaruh di Austria
Dalam pertemuan yang sama, Roet mengklaim memiliki akses langsung ke Kanselir Austria, Christian Stocker, melalui pesan WhatsApp. Ia menyebut dirinya sebagai satu-satunya diplomat yang dapat berdialog langsung dengan Stocker untuk memastikan hubungan Israel-Austria tetap kuat.
Kecaman dari Aktivis dan Masyarakat Internasional
Aktivis yang merekam pertemuan ini secara diam-diam menyatakan keterkejutannya terhadap komentar Roet.
"Saya merasa muak dengan ketenangan dalam suara Roet saat ia membuat pernyataan ini. Tidak ada yang campur tangan ketika ia menyarankan hukuman mati untuk anak-anak," ujar aktivis tersebut.
Ia juga menyerukan agar masyarakat internasional menolak wacana ekstrem yang mengarah pada kejahatan perang dan eksploitasi penderitaan rakyat sipil.
Pernyataan Dubes Israel ini menambah daftar panjang kontroversi terkait kebijakan Israel di Palestina. Banyak pihak kini menuntut klarifikasi resmi dari pemerintah Austria dan Israel terkait komentar Roet yang dianggap tidak etis dan melanggar prinsip hak asasi manusia.