Astronom Temukan Metanol di Enceladus, Bulan Saturnus yang Misterius

Tanggal: 11 Jul 2017 09:52 wib.
Beberapa tahun kebelakang, para peneliti mengemukakan bahwa sebuah bulan milik Saturnus, Enceladus merupakan tempat yang memungkinkan akan terbentuknya kehidupan jika dilihat dari sisi kandungan air yang melimpah. Melalui pesawat ruang angkasa NASA, Cassini, mereka menemukan samudra di Enceladus, namun masih menjadi misteri apakah itu merupakan air (H2 O) atau likuid lainnya.

Baru-baru ini, penelitian nampaknya deperbaharui. Sejumlah molekul organik yang tak terduga telah ditemukan berasal dari bulan Saturnus tersebut.

Enceladus selama ini dianggap sebagai salah satu tempat yang paling menjanjikan dalam hal mencari tanda-tanda kehidupan di luar bumi. Enceladus, yang dianggap rumah bagi hamparan samudra yang luas, tetap menjadi topik penelitian yang populer di kalangan ilmuwan sejak dua pesawat Voyager pertama NASA diberangkatkan untuk mengungkap rahasia di balik bulan milik Saturnus tersebut.

Saat ini tim peneliti di Universitas Cardiff telah menemukan tanda-tanda methanol yang bisa dibilang "tak terduga banyaknya" di salah satu cincin terluar Saturnus, tanda-tanda yang setelah mereka telusuri malah membawa mereka ke Enceladus.

Hal ini diyakini bahwa bulan es mungkin telah 'memberi makan' cincin itu dalam jangka waktu yang lama.

"Penemuan baru-baru ini bahwa bulan-bulan es di luar tata surya kita bisa menjadi rumah bagi samudera air (H2 O) cair dan bahan-bahan untuk kehidupan telah memicu kemungkinan yang menarik untuk mengatakan  habitat," kata Emily Drabek-Maunder dari Cardiff University yang mempresentasikan temuan awal pekan ini.

"Tapi dalam kasus ini, temuan kami menunjukkan bahwa metanol tercipta dari reaksi kimia lebih lanjut begitu gumpalan itu dikeluarkan ke luar angkasa, sehingga tidak mungkin mengindikasi kehidupan Enceladus”

 

Sumber: gizmodo.com
Copyright © Tampang.com
All rights reserved