AS dan Rusia Rampungkan Negosiasi 12 Jam di Riyadh, Bahas Gencatan Senjata Laut Hitam
Tanggal: 26 Mar 2025 13:34 wib.
Tampang.com | Pertemuan Amerika Serikat dan Rusia untuk membahas gencatan senjata parsial di Ukraina berakhir setelah 12 jam negosiasi di Riyadh, Arab Saudi, pada Senin (24/3/2025). Hasil dari pembicaraan tersebut akan diumumkan dalam pernyataan bersama pada Selasa (25/3/2025).
Fokus Negosiasi: Gencatan Senjata di Laut Hitam
Diskusi utama dalam pertemuan ini adalah kesepakatan gencatan senjata di Laut Hitam, yang selama ini menjadi area strategis dalam konflik Rusia-Ukraina. Rusia dan Ukraina sama-sama memiliki kepentingan besar di kawasan tersebut, terutama terkait ekspor biji-bijian dan jalur pelayaran.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengungkapkan bahwa negosiasi ini merupakan hasil inisiatif Presiden AS Donald Trump, yang kemudian disetujui oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Ini adalah usulan Presiden Trump dan Presiden Putin menyetujuinya. Dengan mandat inilah delegasi kami berangkat ke Riyadh," ujar Peskov dalam konferensi pers.
Ukraina Berharap Kemajuan Diplomatik
Di tengah upaya diplomasi ini, Ukraina tetap berharap negosiasi antara delegasi AS dan Rusia dapat membawa dampak positif bagi upaya perdamaian. Namun, serangan rudal Rusia ke wilayah timur laut Ukraina menambah ketegangan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melaporkan bahwa 90 orang, termasuk 17 anak-anak, mengalami luka-luka akibat serangan rudal di Sumy. Beberapa apartemen, fasilitas pendidikan, dan bahkan rumah sakit ikut terkena dampaknya.
"Serangan terhadap daerah permukiman padat penduduk merusak apartemen dan fasilitas pendidikan," kata kantor kejaksaan daerah, dikutip dari AFP.
Perundingan Terpisah untuk Efektivitas Diplomasi
Sebelumnya, dalam perundingan di Jeddah, Ukraina sempat menerima proposal gencatan senjata 30 hari yang diusulkan AS. Namun, kesepakatan ini ditolak oleh Presiden Putin.
Pada pembicaraan kali ini, negosiasi antara AS-Ukraina dan AS-Rusia dilakukan secara terpisah. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan efektivitas diplomasi dan mencapai kesepakatan yang lebih konkret.
Utusan khusus Presiden Trump, Steve Witkoff, optimistis bahwa negosiasi ini akan membawa perkembangan positif.
"Saya pikir Anda akan melihat beberapa kemajuan nyata di Arab Saudi, terutama dalam kaitannya dengan gencatan senjata di Laut Hitam," ungkapnya.
Dengan adanya perkembangan ini, dunia menanti apakah langkah diplomasi antara AS dan Rusia dapat membuka jalan bagi solusi yang lebih besar dalam konflik Rusia-Ukraina.