Sumber foto: Google

Kontroversi Rendang 200 Kg Willie Salim: Pelajaran bagi Konten Kreator

Tanggal: 25 Mar 2025 14:43 wib.
Tampang.com | Jagat media sosial tengah diramaikan oleh kontroversi yang melibatkan kreator konten Willie Salim. Peristiwa ini bermula dari unggahan video di Instagram miliknya, yang memperlihatkan proses memasak rendang 200 kilogram di halaman Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang. Namun, kejadian tak terduga terjadi—rendang tersebut hilang sebelum matang, memicu beragam reaksi dari netizen dan pejabat daerah.

Kronologi Hilangnya Rendang

Willie Salim mengunggah video pada Kamis (20/3/2025), yang memperlihatkan dirinya memasak rendang dalam jumlah besar. Dalam salah satu cuplikan, Willie meninggalkan lokasi sebentar untuk ke toilet. Namun, saat kembali, ia mendapati bahwa daging rendang yang sedang dimasak telah habis diambil warga.

Seorang polisi yang berjaga di lokasi sempat mencoba mencegah warga mengambil daging yang belum matang, tetapi peringatan tersebut tidak dihiraukan.


“Sudah saya arahkan, tapi enggak mau dengar. Ini panas belum masak, masih saja,” ujar polisi dalam video.


Polemik dan Reaksi Netizen

Unggahan tersebut sontak menuai kontroversi. Banyak warganet yang berkomentar negatif, bahkan menuding bahwa warga Palembang tidak tertib dan tidak menghargai proses memasak. Sayangnya, perdebatan ini semakin panas dan meluas di media sosial, membuat Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, turun tangan memberikan pernyataan tegas.

Gubernur Sumsel Marah: "Nama Palembang Jangan Dirusak!"

Gubernur Sumsel Herman Deru merasa geram dengan unggahan Willie yang dinilai merusak citra warga Palembang. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut sengaja diciptakan untuk menarik perhatian dan meningkatkan engagement di media sosial.


“Kemarin ada orang buat konten itu, saya sangat marah! Memang disengaja agar orang rebutan, setelah itu kita dihujatnya,” ujar Herman Deru.


Ia menambahkan bahwa masyarakat Palembang terlalu terhormat untuk direndahkan hanya karena "daging sepanci." Herman Deru juga menekankan bahwa kreator konten seharusnya membantu membangun citra positif suatu daerah, bukan malah menjatuhkannya.

Nasihat untuk Konten Kreator: Pikirkan Dampaknya!

Tidak hanya pejabat, Presenter Senior Helmy Yahya juga ikut angkat bicara. Ia mengingatkan para kreator untuk lebih berhati-hati dalam membuat konten, terutama yang melibatkan masyarakat luas.


“Silakan berkreativitas, tetapi pikirkan dampaknya!” tegas Helmy.


Menurutnya, tidak seharusnya seorang kreator hanya mengejar popularitas tanpa mempertimbangkan konsekuensi dari konten yang dibuat.

Willie Salim Minta Maaf

Setelah kontroversi ini semakin melebar, Willie Salim akhirnya membuat video klarifikasi dan permintaan maaf.


“Ini bukan salah warga Palembang. Sepenuhnya salah saya karena kurang persiapan,” ujarnya.


Willie menegaskan bahwa niatnya hanya ingin berbagi makanan dengan warga sekitar, bukan untuk menciptakan kegaduhan. Ia juga mengakui bahwa ini adalah pengalaman pertamanya memasak dalam jumlah besar, sehingga tidak menyangka akan terjadi insiden seperti ini.

Pelajaran dari Kontroversi Ini

Kasus ini memberikan banyak pelajaran bagi para kreator konten dan masyarakat luas:



Jangan hanya mengejar viralitas tanpa mempertimbangkan dampak sosial.


Persiapkan segala sesuatu dengan matang sebelum membuat konten skala besar.


Jangan mudah terprovokasi oleh opini di media sosial.


Hargai budaya dan masyarakat di setiap daerah yang dikunjungi.



Dengan kejadian ini, diharapkan kreator konten lebih bijak dalam membuat dan menyajikan konten yang mengedukasi serta membawa dampak positif bagi masyarakat.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved