Sebuah Ledakan di Stasiun Kereta Api Brussel Dicurigai Sebagai Serangan Teroris

Tanggal: 1 Jul 2017 22:01 wib.
Dilansir Abcnews.go.com - Sebuah ledakan terjadi di sebuah stasiun kereta api di Brussels, Belgia, 20 Juni kemarin. Beruntung tidak ada korban jiwa pada insiden tersebut. Kejadian tersebut dianggap sebagai sebuah serangan teroris, menurut kantor jaksa federal Belgia.

Seorang tersangka ditembak oleh militer setempat setelah ledakan di Stasiun Pusat Brussel, menurut seorang pejabat penegak hukum senior Belgia kepada ABC News. Seorang juru bicara polisi federal Belgia mengatakan bahwa saat ini tersangka penyerang tersebut telah tewas.

Tidak ada korban cedera dalam ledakan yang terjadi sekitar pukul 08:30 malam waktu setempat, Van Der Sypt menambahkan. Polisi mengatakan situasinya "terkendali".

Jaksa Federal Belgia Eric Van Der Sypt mengatakan identitas tersangka tidak diketahui.

Pihak berwenang sedang menyelidiki apakah tersangka memiliki perangkat atau perangkat peledak, yang berpotensi menjadi rompi bunuh diri atau tas atau koper.

Ketika ditanya apakah ada tersangka lain, Van Der Sypt mengatakan dia tidak bisa berkomentar.

Seorang saksi mata mengatakan kepada TV Belgia bahwa dia mendengar teriakan dan melihat api.

Saksi mata Arash Aazami mengatakan kepada bahwa dia mendengar dua ledakan dan tembakan. Dia sedang berlindung di dalam sebuah restoran saat mengatakan kepada ABC News bahwa ada banyak kehadiran militer, ambulans dan polisi.

Perangkat ledaknya belum jelas jenisnya, namun regu bom telah bersiap untuk mencegah adanya bahan peledak lain.

Seorang saksi mata lainnya, Remy Bonnaffe, mengatakan bahwa dia mendengar dua ledakan keras.

Seorang saksi mata yang ketiga mengatakan bahwa dia telah dievakuasi dari stasiun, namun situasi sampai saat ini tampaknya terkendali dan polisi membiarkan orang-orang berjalan bebas di jalan lagi.

Layanan dihentikan di ketiga stasiun kereta utama Brussels, kata beberapa pejabat.

Badan Koordinasi Penilaian Ancaman Belgia mengatakan bahwa tingkat ancaman tetap pada tingkat 3 dan tidak ada indikasi insiden lainnya, Kementerian Luar Negeri Belgia melaporkan.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved