Kasus Kematian Jurnalis Juwita, Oknum TNI AL Jadi Terduga Pelaku
Tanggal: 30 Mar 2025 12:06 wib.
Tampang.com | Kasus kematian Juwita (25), seorang jurnalis media online di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi perhatian publik. Awalnya, kematian Juwita diduga akibat kecelakaan tunggal, tetapi sejumlah kejanggalan ditemukan di lokasi kejadian. Luka di dagu, lebam di punggung, serta hilangnya dompet dan ponsel korban mengarah pada kemungkinan pembunuhan.
Pelaku Diduga Oknum TNI AL yang Merupakan Kekasih Korban
Setelah dilakukan penyelidikan, seorang oknum anggota TNI AL berpangkat Kelasi Satu berinisial J (23) diduga menjadi pelaku. Terungkap bahwa J dan Juwita memiliki hubungan asmara dan bahkan telah bertunangan, dengan rencana menikah pada Mei 2025. Namun, menurut keterangan rekan kerja korban, J dikenal sebagai sosok temperamental dan cemburuan.
Sahabat Juwita, Devi Farah Diba, mengungkapkan bahwa korban pernah bercerita tentang sikap J yang kerap mengontrolnya. "Juwita harus melaporkan semua aktivitasnya kepada J," ujar Devi.
Pernyataan Resmi dari Pihak TNI AL
Komandan Detasemen Polisi Militer (Dan Denpom) Lanal Balikpapan, Mayor Laut (PM) Ronald Ganap, telah mengonfirmasi keterlibatan oknum TNI AL dalam kasus ini. J yang baru satu bulan bertugas di Lanal Balikpapan kini telah diamankan oleh Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) untuk diperiksa lebih lanjut.
Kronologi Penemuan Jasad Juwita
Juwita ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di tepi jalan arah Kiram dari akses Jalan Gunung Kupang, Banjarbaru, pada Sabtu (22/3/2025) pukul 14.57 WITA. Pagi harinya, ia sempat pamit kepada keluarganya untuk pergi ke arah Guntung Payung. Saat ditemukan, helm masih terpasang di kepalanya, dan sepeda motornya masih berada di lokasi, tetapi dompet serta ponselnya hilang.
Tuntutan Keadilan dari Keluarga Korban
Keluarga Juwita meminta agar kasus ini diusut secara transparan dan menuntut hukuman berat bagi pelaku jika terbukti bersalah. Pihak TNI AL telah berjanji bahwa proses hukum akan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Kasus ini terus dalam penyelidikan untuk memastikan motif di balik dugaan pembunuhan tragis yang menimpa jurnalis muda ini.