Sumber foto: iStock

Waspada! Ini 9 Tanda Tubuh Kelebihan Gula yang Sering Diabaikan

Tanggal: 2 Apr 2025 14:02 wib.
Tampang.com | Menjaga kadar gula darah tetap normal sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jika kadar gula dalam darah terlalu tinggi, hal ini bisa menjadi pemicu utama penyakit diabetes dan berbagai komplikasi serius lainnya. Normalnya, kadar gula darah sebelum makan berada di kisaran 70-100 mg/dL, sementara setelah makan sebaiknya tidak melebihi 180 mg/dL.

Selain mengontrol asupan gula harian, penting untuk mengenali tanda-tanda tubuh yang mengalami kelebihan gula. Berikut adalah beberapa gejala yang perlu diwaspadai agar Anda bisa segera mengambil tindakan pencegahan.

1. Sering Merasa Haus dan Sering Buang Air Kecil

Jika Anda merasa sering haus dan lebih sering ke kamar mandi daripada biasanya, bisa jadi ini pertanda kadar gula darah yang tinggi. Menurut Everyday Health, ginjal bekerja ekstra keras untuk mengeluarkan kelebihan glukosa melalui urine. Hal ini menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan membuat Anda merasa haus terus-menerus.

2. Nafsu Makan Meningkat, tapi Berat Badan Menurun

Penderita kadar gula darah tinggi sering mengalami rasa lapar berlebihan (polifagia). Namun, meskipun makan dalam jumlah banyak, berat badan justru mengalami penurunan drastis. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena tubuh tidak dapat menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama, sehingga mulai memecah otot dan lemak untuk memenuhi kebutuhan energi.

Menurut ahli diet Lori Zanini, kehilangan berat badan secara tiba-tiba bisa menjadi tanda bahwa tubuh mengalami kesulitan dalam mengelola gula darah dengan baik.

3. Mudah Lelah dan Lemas

Sering merasa kelelahan tanpa sebab yang jelas? Bisa jadi ini akibat dari kadar gula darah yang tidak terkontrol. Ketika insulin dalam tubuh tidak bekerja secara optimal, gula tidak dapat masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Akibatnya, tubuh mengalami defisit energi dan Anda pun mudah merasa lelah.

4. Penglihatan Kabur dan Sakit Kepala

Gula darah yang tinggi dapat menyebabkan cairan dalam tubuh berpindah ke lensa mata, yang kemudian memicu pembengkakan dan mengubah bentuk lensa. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), kondisi ini dapat membuat penglihatan menjadi kabur dan sulit fokus.

Selain itu, kadar gula yang tidak stabil juga bisa memicu sakit kepala karena aliran darah ke otak terganggu.

5. Luka yang Sulit Sembuh

Jika luka kecil atau goresan di tubuh Anda sembuh lebih lama dari biasanya, ini bisa menjadi tanda kadar gula darah tinggi. NIDDK menyebutkan bahwa diabetes dapat merusak sistem saraf dan memperlambat aliran darah, yang menghambat proses penyembuhan luka.

Dalam kasus yang lebih serius, luka yang tak kunjung sembuh bisa terinfeksi dan meningkatkan risiko amputasi, terutama pada penderita diabetes.

6. Kesemutan atau Mati Rasa di Tangan dan Kaki

Gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf yang menyebabkan kesemutan, mati rasa, atau nyeri di tangan dan kaki. Everyday Health melaporkan bahwa kondisi ini lebih sering terjadi pada malam hari dan bisa memburuk seiring waktu jika tidak ditangani.

7. Perubahan Warna dan Tekstur Kulit

Menurut American Diabetes Association (ADA), kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan perubahan pada kulit, seperti munculnya kutil atau bercak hitam di beberapa area tubuh, seperti leher, tangan, ketiak, dan wajah. Kondisi ini dikenal sebagai acanthosis nigricans dan sering dikaitkan dengan resistensi insulin.

Jika Anda mengalami perubahan tekstur dan warna kulit yang tidak biasa, ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

8. Rentan Terhadap Infeksi Jamur

Tingginya kadar glukosa dalam darah dapat menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur, terutama di area genital. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), infeksi jamur akibat Candida Albicans sering terjadi pada penderita diabetes.

Pada wanita, infeksi jamur dapat menyebabkan gejala seperti gatal pada vagina, keputihan yang tidak normal, serta rasa nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual. Meskipun infeksi jamur juga bisa terjadi pada orang sehat, penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi karena tingginya kadar gula dalam urine yang dapat menjadi 'makanan' bagi jamur.

9. Gusi Mudah Berdarah

Gusi yang sering berdarah atau mengalami infeksi bisa menjadi tanda bahwa kadar gula darah tidak stabil. NIDDK menyebutkan bahwa kadar glukosa tinggi dalam air liur dapat mempercepat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan plak dan penyakit gusi.

Jika tidak segera ditangani, penyakit gusi bisa berkembang menjadi periodontitis, yang dapat menyebabkan gigi goyang, nanah di gusi, atau bahkan gigi copot.

Apa yang Harus Dilakukan?

Jika Anda mengalami beberapa tanda di atas, penting untuk segera melakukan langkah pencegahan, seperti:



Mengurangi konsumsi gula berlebih
 


Memperbanyak asupan serat dan makanan sehat
 


Berolahraga secara teratur
 


Memeriksakan kadar gula darah secara berkala
 



Jika gejala semakin parah, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kesimpulan Menjaga kadar gula darah tetap stabil adalah kunci utama dalam mencegah berbagai penyakit serius, termasuk diabetes. Mengenali tanda-tanda tubuh yang mengalami kelebihan gula dapat membantu Anda mengambil langkah pencegahan sejak dini. Dengan pola makan sehat, gaya hidup aktif, dan pemeriksaan rutin, Anda bisa mengontrol kadar gula darah dengan lebih baik.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved