Sumber foto: iStock

Terlalu Banyak Konsumsi Gula? Kenali 9 Tanda Tubuh Sedang Overdosis!

Tanggal: 18 Feb 2025 15:05 wib.
Makanan manis memang menggoda, tetapi di balik rasanya yang lezat, konsumsi gula berlebih dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius. Tak hanya meningkatkan risiko diabetes, tetapi juga dapat berkontribusi pada berkembangnya penyakit kronis lainnya, termasuk kanker.

Jika tubuh mengalami kelebihan gula, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai. Berikut adalah 9 gejala yang menunjukkan tubuh mengalami overdosis gula:

1. Sering Merasa Haus dan Sering Buang Air Kecil

Jika kamu merasa terus-menerus haus dan lebih sering buang air kecil, ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang berusaha mengeluarkan kelebihan glukosa melalui ginjal. Ginjal bekerja lebih keras untuk membuang gula berlebih dalam darah, yang menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan akhirnya menimbulkan rasa haus yang berlebihan.

2. Mudah Lapar, tetapi Berat Badan Justru Menurun

Meski sering merasa lapar dan makan lebih banyak, seseorang dengan kadar gula tinggi justru bisa mengalami penurunan berat badan yang drastis. Hal ini terjadi karena tubuh tidak dapat menggunakan glukosa dengan efektif sebagai sumber energi, sehingga mulai memecah lemak dan otot sebagai gantinya. Akibatnya, berat badan menurun secara tidak sehat, diikuti dengan kelemahan otot yang berlebihan.

3. Tubuh Mudah Lelah

Jika kamu sering merasa lelah meski sudah beristirahat cukup, bisa jadi gula dalam tubuh tidak terkontrol dengan baik. Ketika insulin tidak bekerja dengan optimal, gula tetap berada di dalam darah dan tidak masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Akibatnya, tubuh menjadi lesu dan mudah mengalami kelelahan berkepanjangan.

4. Penglihatan Mulai Buram dan Sering Sakit Kepala

Tingginya kadar gula dalam darah dapat menyebabkan cairan di dalam mata bocor, yang akhirnya memicu pembengkakan lensa. Kondisi ini membuat penglihatan menjadi buram dan sulit fokus. Selain itu, fluktuasi kadar gula juga dapat menyebabkan sakit kepala yang berulang.

5. Luka pada Kulit Sulit Sembuh

Salah satu efek negatif kadar gula tinggi adalah terganggunya aliran darah, yang membuat proses penyembuhan luka menjadi lebih lambat. Dalam beberapa kasus, luka kecil pada penderita diabetes bisa berisiko mengalami infeksi serius, bahkan dapat menyebabkan amputasi jika tidak ditangani dengan baik.

6. Kesemutan atau Mati Rasa pada Kaki dan Tangan

Neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf akibat kadar gula yang tinggi, dapat menyebabkan sensasi kesemutan, mati rasa, atau bahkan rasa nyeri di kaki dan tangan. Biasanya, gejala ini semakin parah di malam hari dan bisa berdampak pada mobilitas seseorang dalam jangka panjang.

7. Perubahan Warna dan Tekstur Kulit

Perubahan kondisi kulit juga bisa menjadi indikasi kadar gula yang tidak normal. Penderita diabetes sering mengalami kulit yang lebih tebal dan lebih gelap di bagian tertentu seperti leher, ketiak, tangan, dan wajah. Kondisi ini dikenal sebagai acanthosis nigricans dan biasanya menjadi tanda awal resistensi insulin.

8. Sering Mengalami Infeksi Jamur

Gula berlebih dalam tubuh dapat meningkatkan risiko infeksi jamur, terutama di area genital. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh jamur Candida albicans yang berkembang lebih cepat ketika ada kelebihan glukosa dalam darah. Gejala yang sering dialami antara lain gatal-gatal, kemerahan, nyeri saat buang air kecil, serta keputihan yang tidak normal pada wanita.

9. Gusi Mudah Berdarah

Masalah kesehatan mulut juga sering terjadi pada orang dengan kadar gula tinggi. Gusi yang mudah berdarah bisa menjadi tanda awal infeksi gusi yang lebih serius, seperti periodontitis. Gula dalam darah yang tinggi juga mempercepat pertumbuhan bakteri di mulut, yang dapat menyebabkan penumpukan plak dan peradangan gusi yang lebih parah.

Cara Mencegah Overdosis Gula

Untuk menghindari dampak buruk dari konsumsi gula berlebih, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:


Kurangi asupan gula tambahan seperti dalam minuman manis, kue, dan makanan olahan.
Konsumsi makanan kaya serat seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian untuk membantu menstabilkan kadar gula dalam darah.
Rajin berolahraga untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga berat badan ideal.
Perbanyak minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi dan membantu ginjal dalam membuang kelebihan gula.
Periksa kadar gula darah secara rutin jika memiliki riwayat keluarga dengan diabetes atau mengalami gejala yang disebutkan di atas.


Dengan menjaga pola makan dan gaya hidup sehat, kamu bisa mengontrol kadar gula dalam darah dan menghindari berbagai risiko kesehatan yang mengintai.

 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved