Sumber foto: iStock

Sering atau Jarang Buang Air Kecil? Ini Bisa Jadi Tanda Kesehatan Ginjal Anda!

Tanggal: 26 Mar 2025 09:45 wib.
Frekuensi buang air kecil merupakan aspek penting dalam menilai kesehatan ginjal seseorang. Pada dasarnya, tubuh manusia memerlukan proses buang air kecil untuk membuang sisa-sisa metabolisme, racun, dan cairan berlebih. Selain itu, buang air kecil juga berperan dalam menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit dalam tubuh dan berkontribusi pada proses detoksifikasi alami.

Menurut Dr. Jamin Brahmbhatt, seorang ahli urologi dari Orlando Health yang juga merupakan kontributor untuk CNN, mayoritas orang yang sehat biasanya buang air kecil sekitar enam hingga delapan kali dalam sehari. Hal ini dianggap normal dan wajar, dengan frekuensi buang air kecil terjadi setiap tiga hingga empat jam di siang hari.

Sebaliknya, di malam hari, idealnya seseorang hanya perlu terbangun sekali untuk buang air kecil, atau bahkan tidak sama sekali. Jika Anda mendapati diri Anda terbangun lebih dari sekali di malam hari untuk kencing, Dr. Brahmbhatt mengingatkan bahwa ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan.

Ada pula beberapa individu yang mungkin merasa perlu untuk buang air kecil hingga sepuluh kali dalam sehari. Ini sering kali terjadi ketika seseorang mengonsumsi banyak cairan, terutama minuman yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, seperti alkohol, teh, dan kopi. Dr. David Shusterman, seorang ahli urologi bersertifikat dari NY Urology di New York City, menjelaskan bahwa minuman-minuman ini memiliki efek diuretik dan dapat mengiritasi kandung kemih, membuat seseorang lebih sering merasa ingin buang air kecil.

Penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki kondisi yang berbeda. Tidak ada angka pasti mengenai frekuensi buang air kecil yang berlaku untuk semua orang. Sebagai contoh, saat cuaca panas dan tubuh banyak berkeringat, seseorang mungkin mengalami penurunan frekuensi buang air kecil.

Oleh karena itu, Dr. Brahmbhatt menekankan bahwa yang paling penting adalah mengenali apa yang dianggap normal untuk diri sendiri. Jika ada perubahan mendadak dalam frekuensi buang air kecil, baik itu menjadi lebih sering atau lebih jarang, respons yang tepat adalah dengan mencoba memeriksakan diri ke dokter, terutama jika perubahan tersebut mengganggu kualitas hidup Anda.

Fenomena buang air kecil yang berlebihan yang tidak terkait dengan asupan cairan yang tinggi bisa saja disebabkan oleh beberapa kondisi kesehatan. Menurut Dr. Brahmbhatt, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah sindrom kandung kemih yang terlalu aktif, kondisi di mana kandung kemih berkontraksi lebih dari yang seharusnya, sehingga menyebabkan dorongan buang air kecil yang tak terduga. Selain itu, diabetes dapat menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil, karena tubuh berusaha membuang kelebihan gula melalui urin.

Infeksi saluran kemih (ISK) juga merupakan penyebab umum yang dapat membuat seseorang merasa perlu buang air kecil lebih sering dari biasanya. ISK terjadi ketika bakteri memasuki saluran kemih dan menyebabkan peradangan, yang sering diiringi dengan gejala seperti nyeri atau sensasi terbakar saat berkemih. Kondisi ini harus ditangani dengan serius dan memerlukan penanganan medis.

Ada juga obat-obatan tertentu, terutama diuretik yang biasanya diresepkan untuk menangani hipertensi atau kondisi jantung, yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Obat-obatan ini bekerja dengan mempercepat proses pengeluaran cairan dari tubuh, sehingga membuat seseorang lebih sering ke toilet.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kehamilan. Selama masa kehamilan, wanita cenderung mengonsumsi lebih banyak cairan karena meningkatnya kebutuhan hidrasi untuk mendukung pertumbuhan janin.

Selain itu, rahim yang membesar juga bisa memberikan tekanan pada kandung kemih, sehingga bayi yang sedang tumbuh di dalam perut menambah tekanan, membuat wanita hamil lebih sering merasa perlu buang air kecil. Ini adalah hal yang normal, tetapi tetap perlu untuk memperhatikan setiap perubahan yang signifikan dalam frekuensi buang air kecil.

Kesehatan ginjal dan saluran kemih sangat berhubungan dengan frekuensi buang air kecil, jadi memahami pola buang air kecil Anda adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. Kenali tubuh Anda dan catat setiap perubahan, karena bisa jadi itu adalah tanda awal masalah serius yang memerlukan perhatian medis. Apakah Anda mengalami gejala yang mengkhawatirkan? Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penilaian yang lebih mendalam.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved