Peringatan Bagi yang Punya Gerd! Jangan Makan 6 Sayuran Ini
Tanggal: 8 Des 2024 12:50 wib.
Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan penyakit asam lambung yang banyak dialami oleh orang-orang. Penyakit ini terjadi ketika kondisi asam lambung dan isi lambung naik kembali ke kerongkongan. Gejala yang umum dialami oleh penderita GERD adalah sensasi terbakar atau panas di dada yang membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Untungnya, penyakit ini dapat dikendalikan dengan mengonsumsi obat-obatan resep maupun dijual bebas.
Selain mengonsumsi obat, penderita GERD juga harus memperhatikan pola makan dan menghindari beberapa jenis makanan, terutama sayuran, yang dianggap dapat memicu reaksi asam lambung. Beberapa sayuran tersebut antara lain kembang kol, tomat, bawang putih, bawang bombai, kubis, dan cabai.
1. Kembang Kol
Menurut News18, kembang kol dapat menghasilkan banyak gas di lambung, sehingga tidak disarankan bagi penderita GERD untuk mengonsumsinya secara berlebihan. Hal ini dapat memicu reaksi asam lambung yang dapat memperburuk kondisi penderita GERD.
2. Tomat
Kandungan asam yang tinggi dalam tomat diketahui dapat memicu rasa mulas. Orang dengan GERD sebaiknya menghindari konsumsi tomat segar, jus tomat, tomat kalengan, atau produk tomat lainnya untuk mengurangi risiko gejala refluks asam yang tidak diinginkan.
3. Bawang Putih
Bawang putih mentah telah terbukti dapat memicu rasa mulas pada sebagian orang. Kandungan bawang putih dapat meningkatkan produksi asam lambung, sehingga dapat memperburuk gejala refluks asam dan GERD.
4. Bawang Bombai
Bawang bombai, terutama dalam kondisi mentah, telah dikenal sebagai pemicu umum munculnya gejala mulas pada penderita GERD. Namun, detail lebih lanjut terkait dengan mekanisme bawang bombai menyebabkan mulas atau memperburuknya belum sepenuhnya dipahami.
Bawang juga merupakan sumber FODMAP (fermentable oligosaccharides, disaccharides, monosaccharides, and polyols) yang kaya. Golongan karbohidrat kecil ini tidak dapat dicerna sepenuhnya, dan dapat menyebabkan masalah pencernaan pada sebagian orang. Hal ini juga dapat menyebabkan timbulnya gejala mulas pada orang yang sensitif terhadap FODMAP.
5. Kubis
Meskipun jarang diketahui sebagai pemicu reaksi asam lambung, kubis tetap menjadi perhatian bagi penderita asam lambung atau riwayat maag. Menurut laman Livestrong, meski tidak semua orang dengan GERD merasakan kubis membuat asam lambung naik, beberapa penderita melaporkan adanya reaksi yang tidak diinginkan setelah mengonsumsi kubis. Selain itu, kubis juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di perut atau kembung karena menghasilkan gas.
6. Cabai
Makanan pedas, seperti cabai, dapat menyebabkan timbulnya gejala mulas. Cabai mengandung senyawa capsaicin, yang berdasarkan penelitian, dapat menyebabkan pengosongan lambung tertunda dan memicu reaksi refluks asam.
Dalam mengelola kondisi GERD, penting bagi penderita untuk memahami tentang makanan-makanan yang dapat mempengaruhi kondisi lambung mereka. Selain sayuran yang disebutkan di atas, penderita GERD juga sebaiknya membatasi konsumsi makanan pedas, minuman berkafein, cokelat, minuman beralkohol, serta makanan yang mengandung mentega dan minyak. Penderita juga sebaiknya mempertimbangkan untuk menghindari makanan berlemak tinggi serta permen karet yang dicurigai dapat meningkatkan produksi asam lambung.
Menghindari makanan-makanan tersebut dapat membantu mengurangi intensitas reaksi asam lambung yang tidak diinginkan serta memperbaiki kualitas hidup penderita GERD. Namun, sangat penting bagi penderita untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terkait penyesuaian pola makan yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan mereka. Serta, mengonsumsi makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh tetap menjadi prioritas utama dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Dengan memahami jenis makanan yang harus dihindari dan mengatur pola makan yang sesuai, penderita GERD diharapkan dapat memperbaiki kualitas hidup mereka dan mengurangi gejala yang tidak diinginkan. Menjaga pola makan yang sehat serta mengonsumsi makanan-makanan yang bersahabat dengan kondisi lambung menjadi langkah penting dalam upaya mengelola kondisi GERD agar dapat hidup lebihnyaman dan sehat.