Meski Gatal, Bentol Akibat Serangga Ternyata Tak Boleh Digaruk

Tanggal: 13 Mar 2018 11:12 wib.
Tampang.com - Tinggal di negara beriklim tropis, gigitan serangga adalah gangguan yang kita temukan hampir setiap hari. Wajar memang, karena suhu panas yang dikeluarkan tubuh seperti undangan yang mengajak serangga datang.

Ketika terkena gigitan serangga, terutama nyamuk, tangan otomatis menggaruk bagian yang terserang itu. Hal ini karena munculnya rasa gatal pada daerah tersebut yang tak tertahankan.

Serangga biasanya tertarik pada kita ketika kita tengah berkeringat. Sebenarnya, alasan serangga mendekat bukan karena keringat, namun karena kandungan karbon dioksida didalamnya.

Gigitan serangga biasanya menimbulkan rasa gatal yang hanya akan terpuaskan degan menggaruknya. Kenapa ya bisa seperti itu?

Ketika digigit serangga, misalnya nyamuk, moncongnya yang panjang dan menyerupai sedotan akan menusuk kulit. Saat ini terjadi, serangga akan memasukkan ludahnya ke dalam kulit, jelas Jorge Parada MD, penasihat medis di National Pest Management Association, dikutip dari laman Reader's Digest.

Ludah nyamuk mengandung berbagai protein yang akan dianggap sebagai penyusup oleh tubuh. Hal ini akan memposisikan sistem imun dalam kodisi siaga, dan melepaskan senyawa yang dikenal sebagai "histamin".

Histamin membantu sel sistem imun untuk mengalir lancar ke titik gigitan. Hal ini terjadi baik Anda digigit atau disengat serangga.

Dan ternyata, rasa gatal yang timbul ketika akibat gigitan serangga adalah hal yang sehat. Jika Anda memiliki sistem imun yang rendah, tubuh tidak akan memberikan respons, ujar Jennifer T. Haley, MD, dan hal ini membuka risiko terkena infeksi.

Namun sesehat apapun sistem imun, histamin tadilah yang menyebabkan timbulnya rasa gatal. Mereka juga bertanggungjawab atas munculnya bentol atau bengkak di tempat gigitan, jelas Dheeraj Taranath, DO, Direktur Regional Medis dari MedExpress.

Namun sayangnya, menggaruk gigitan serangga bukanlah hal yan baik. Pertama-tama, menggaruk hanya akan merangsang ludah nyamuk tadi, sehingga akan meningkatkan respons histamin.

Kedua, menggaruk bisa menggores kulit, yang kemudian membuat bakteri dari permukaan kulit dan kuku jari masuk ke dalam tubuh. Hal ini bisa berujung pada infeksi bakteri.

Jika Anda tidak bisa menekan dorongan untuk menggaruk, setidaknya cobalah pilihan yang lebih aman seperti menggosok area yang gatal dengan telapak tangan, saran Dr. Taranath. Dia juga merekomendasikan untuk mencuci gigitan nyamuk dengan sabun untuk membasuh bakteri dan mengurangi rasa gatal.

Jika Anda menggaruk sampai berdarah, waspadai tanda-tanda infeksi. Jika ini terjadi, Anda mungkin akan memerlukan antibiotik.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved