Makan Telur Bikin Kolesterol Naik? Ini Fakta yang Harus Kamu Tahu!
Tanggal: 30 Mar 2025 13:39 wib.
Tampang.com | Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang tak hanya lezat tetapi juga kaya manfaat dan nutrisi. Sebagai bahan makanan yang terjangkau, harga telur lebih bersahabat dibandingkan dengan berbagai sumber protein hewani lainnya. Tidak heran jika telur menjadi salah satu lauk favorit banyak orang di Indonesia dan di seluruh dunia. Namun, di balik kenikmatan dan manfaatnya, terdapat satu pertanyaan yang sering mengemuka di masyarakat: apakah mengonsumsi telur dapat menyebabkan kolesterol tinggi?
Menurut Mayo Clinic, memang benar bahwa telur ayam mengandung kolesterol. Namun, dampak konsumsi telur terhadap kadar kolesterol darah jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan dampak lemak trans dan lemak jenuh yang biasanya ditemukan dalam makanan olahan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua sumber kolesterol memiliki pengaruh yang sama terhadap kesehatan jantung.
Penelitian oleh ilmuwan dari Harvard Medical School memberikan hasil yang menarik. Mereka menemukan bahwa mengonsumsi satu butir telur per hari adalah aman bagi kebanyakan orang. Dalam penelitian tersebut, ratusan ribu individu melaporkan pola makan mereka dan kondisi medis yang dialami selama beberapa dekade. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi satu telur setiap hari tidak mengalami peningkatan yang signifikan dalam risiko serangan jantung, stroke, atau penyakit kardiovaskular lainnya.
Menyusul temuan ini, banyak masyarakat yang masih berpegang pada mitos bahwa kuning telur adalah biang kerok kenaikan kolesterol. Namun, menurut Heart Foundation, banyak dari kesalahpahaman yang ada tentang telur berasal dari fakta bahwa kuning telur mengandung kolesterol. Sebaiknya, kita musti lebih memusatkan perhatian pada jenis lemak yang kita konsumsi, karena asam lemak jenuh justru memiliki dampak yang lebih besar pada kadar kolesterol darah.
Meskipun banyak penelitian menunjukkan bahwa konsumsi telur tidak berhubungan langsung dengan peningkatan kadar kolesterol, tetap penting untuk memperhatikan jumlah dan cara pengolahan telur. Dari berbagai penelitian yang ada, bukti yang menghubungkan telur dengan kadar kolesterol darah dianggap tidak konsisten, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang hubungan ini.
Sebut saja bahwa dalam beberapa studi, konsumsi telur tidak hanya dihitung berdasarkan jumlah telur yang dimakan, tetapi juga mempertimbangkan penyajian dan kombinasi dengan makanan lain. Misalnya, banyak orang yang menyantap telur bersama makanan yang tinggi lemak jenuh seperti mentega, keju, bacon, atau sosis. Makanan-makanan ini memiliki potensi yang lebih besar dalam meningkatkan kadar kolesterol di darah kita.
Banyak orang yang bertanya-tanya berapa banyak konsumsi telur yang sebaiknya aman. Pelaku penelitian yang sama menyimpulkan bahwa satu butir telur per hari dapat dikategorikan aman. Namun, sangat penting untuk diingat bahwa jumlah total kolesterol yang dikonsumsi dari makanan sehari-hari juga harus diperhatikan.
Apabila Anda sangat menyukai telur dan ingin mengonsumsinya tanpa khawatir tentang kolesterol, ada beberapa metode pengolahan yang bisa Anda coba. Salah satu teknik yang paling disarankan adalah merebus. Metode ini tidak menambah lemak pada telur sehingga dianggap lebih sehat dibandingkan menggoreng. Namun, penting untuk memastikan bahwa telur tidak direbus terlalu lama atau pada suhu yang terlalu tinggi, karena proses tersebut dapat menyebabkan kolesterol di dalam telur teroksidasi, menghasilkan senyawa yang disebut oxysterol.
Jika Anda memilih untuk menggoreng telur, sebaiknya gunakan jenis minyak yang lebih sehat. Minyak zaitun dan minyak alpukat adalah pilihan yang baik karena rendah lemak jenuh dan tinggi lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung. Hindari menggunakan minyak yang mengandung lemak trans, yang lebih berbahaya bagi kesehatan daripada kolesterol itu sendiri.
Selain itu, variasikan asupan telur Anda dengan memilih salad telur atau omelet yang kaya sayuran, menggantikan bahan-bahan tinggi lemak. Ini tidak hanya membuat hidangan Anda lebih sehat, tetapi juga menambah serat dan vitamin ke dalam makanan Anda. Pilihan seperti ini dapat menjadi cara yang baik untuk tetap menikmati telur tanpa mengkhawatirkan kadar kolesterol.
Dengan informasi dan penelitian yang ada, bisa dikatakan bahwa telur bukanlah musuh bagi kesehatan jantung seperti yang selama ini dipersepsikan oleh banyak orang. Karena itu, jangan takut untuk menikmati telur dalam pola makan Anda, asalkan tetap dalam porsi yang bijak dan memperhatikan cara pengolahannya. Dengan demikian, Anda dapat tetap mendapatkan manfaat baik dari telur sembari menjaga kesehatan jantung dan kadar kolesterol darah Anda.