Sumber foto: https://www.emc.id/id/

Jangan Diabaikan, Kenali Skoliosis dan Dampaknya bagi Kesehatan

Tanggal: 22 Sep 2026 09:32 wib.
Kesehatan tulang belakang sering kali tidak mendapatkan perhatian dan baru disadari ketika mulai muncul rasa nyeri atau gangguan dalam beraktivitas. Padahal, perubahan pada bentuk tulang belakang bisa terjadi secara perlahan dan tidak selalu menimbulkan keluhan sejak awal. Salah satu kondisi yang perlu dikenali adalah skoliosis, yaitu kelainan pada tulang belakang yang dapat mempengaruhi postur tubuh dan dalam kondisi tertentu berdampak pada kualitas hidup.Secara sederhana skoliosis adalah kondisi dimana tulang belakang mengalami lengkungan ke samping secara tidak normal. Lengkungan tersebut dapat membentuk pola menyerupai huruf ā€œSā€ atau ā€œCā€. Kondisi ini cukup sering ditemukan pada anak-anak dan remaja, khususnya ketika memasuki masa pertumbuhan. Meski demikian, skoliosis juga dapat terjadi pada orang dewasa karena berbagai faktor, termasuk perubahan degeneratif pada tulang belakang.Tanda Skoliosis yang Perlu DiperhatikanSalah satu tantangan dalam mengenali skoliosis adalah gejalanya yang terkadang tidak terlihat jelas pada tahap awal. Seseorang bisa saja tidak merasakan nyeri, tetapi terdapat perubahan pada bentuk tubuh yang sebenarnya perlu diperhatikan.Beberapa tanda yang dapat menjadi perhatian antara lain posisi bahu yang tidak sejajar, salah satu tulang belikat terlihat lebih menonjol, panggul tampak tidak sama tinggi, atau tubuh terlihat lebih condong ke salah satu sisi. Perubahan juga dapat terlihat ketika seseorang membungkukkan badan, misalnya salah satu bagian tulang rusuk tampak lebih menonjol dibandingkan sisi lainnya.Pada sebagian orang skoliosis dapat disertai keluhan berupa nyeri punggung, otot lebih cepat lelah, atau rasa tidak nyaman ketika melakukan aktivitas tertentu. Jika lengkungan tulang belakang sudah cukup berat, kondisi tersebut bahkan dapat mempengaruhi ruang di sekitar rongga dada dan berpotensi mengganggu fungsi pernapasan.Karena tanda awalnya bisa sangat ringan, perubahan postur sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai kebiasaan berdiri atau duduk yang kurang baik. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut berkaitan dengan skoliosis atau penyebab lainnya.Mengapa Skoliosis Bisa Terjadi?Skoliosis memiliki beberapa jenis dengan penyebab yang berbeda. Jenis yang paling banyak ditemukan adalah skoliosis idiopatik. Disebut idiopatik karena penyebab pastinya belum diketahui. Kondisi ini sering muncul ketika anak memasuki masa remaja dan mengalami pertumbuhan yang cukup cepat.Ada pula skoliosis kongenital yang berkaitan dengan perkembangan tulang belakang sejak berada di dalam kandungan. Sementara itu, skoliosis neuromuskular dapat berhubungan dengan gangguan saraf atau otot yang mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mempertahankan posisi tulang belakang.Pada orang dewasa skoliosis juga dapat berkaitan dengan perubahan degeneratif. Penuaan dapat menyebabkan perubahan pada struktur tulang, sendi, maupun bantalan tulang belakang. Kondisi tersebut pada sebagian orang dapat berkontribusi terhadap munculnya atau memburuknya kelengkungan tulang belakang.Skoliosis tidak selalu disebabkan oleh kebiasaan duduk yang salah atau membawa tas pada satu sisi. Faktor penyebabnya jauh lebih beragam dan perlu dinilai berdasarkan kondisi masing-masing individu.Dampak Skoliosis Jika Tidak DitanganiTidak semua kasus skoliosis akan berkembang menjadi kondisi yang berat. Namun, pemantauan tetap diperlukan karena kelengkungan tulang belakang pada sebagian orang dapat mengalami perubahan seiring pertumbuhan atau bertambahnya usia.Jika kelengkungan semakin parah, seseorang dapat mengalami gangguan postur dan nyeri punggung yang berlangsung lama. Aktivitas tertentu juga bisa menjadi lebih sulit dilakukan karena adanya keterbatasan gerak atau ketidakseimbangan pada tubuh.Dampaknya bukan hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Perubahan bentuk tubuh yang terlihat jelas juga dapat mempengaruhi rasa percaya diri, terutama pada anak dan remaja yang sedang mengalami perkembangan secara fisik maupun sosial.Pada skoliosis dengan tingkat keparahan tertentu, bentuk tulang belakang yang berubah juga dapat mempengaruhi ruang di dalam rongga dada. Dalam kondisi berat, hal tersebut berpotensi mengganggu fungsi paru sehingga aktivitas sehari-hari terasa lebih melelahkan.Kapan Perlu Berkonsultasi dengan Dokter Ortopedi?Ketika ditemukan perubahan bentuk tulang belakang atau postur yang mencurigakan, pemeriksaan lebih lanjut menjadi langkah penting. Pada tahap ini, konsultasi dengan dokter ortopedi dapat membantu mengetahui kondisi tulang belakang secara lebih menyeluruh.Dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti usia, riwayat pertumbuhan, keluhan yang dirasakan, bentuk postur, serta tingkat kelengkungan tulang belakang. Pemeriksaan fisik dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang, misalnya pencitraan, apabila memang diperlukan.Konsultasi juga penting karena penanganan skoliosis tidak bisa disamaratakan. Anak yang sedang dalam masa pertumbuhan tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan orang dewasa yang mengalami perubahan degeneratif pada tulang belakang.Untuk mendapatkan konsultasi dan penanganan terkait skoliosis, RS EMC dapat menjadi salah satu referensi fasilitas kesehatan yang dapat dipertimbangkan. Pemeriksaan oleh tenaga medis membantu memastikan kondisi yang dialami sekaligus menentukan langkah penanganan yang sesuai berdasarkan hasil evaluasi.Penanganan Disesuaikan dengan Kondisi PasienPenanganan skoliosis bergantung pada sejumlah faktor, termasuk usia, jenis skoliosis, tingkat kelengkungan, serta apakah kondisi tersebut mengalami perubahan dari waktu ke waktu.Pada kasus yang ringan, dokter dapat menyarankan pemantauan secara berkala untuk melihat apakah kelengkungan berubah. Pemantauan menjadi sangat penting pada anak dan remaja karena tulang belakang masih mengalami pertumbuhan.Fisioterapi dan latihan khusus juga dapat menjadi bagian dari penanganan pada kondisi tertentu. Latihan dapat ditujukan untuk membantu menjaga kekuatan otot, fleksibilitas, keseimbangan, serta kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Program latihan sebaiknya dilakukan berdasarkan rekomendasi tenaga medis atau fisioterapis agar sesuai dengan kondisi tulang belakang.Pada anak atau remaja dengan tingkat kelengkungan tertentu, penggunaan brace atau penyangga tubuh dapat direkomendasikan untuk membantu mengendalikan perkembangan lengkungan selama masa pertumbuhan. Sementara itu, operasi dapat dipertimbangkan pada kasus yang sangat berat atau kondisi tertentu ketika penanganan lain tidak memberikan hasil yang diharapkan.Menjaga Kesehatan Tulang Belakang Sejak DiniTidak semua jenis skoliosis dapat dicegah. Namun, menjaga kesehatan tulang dan otot tetap penting dilakukan sejak usia muda. Kebiasaan sederhana seperti mempertahankan postur tubuh yang baik, melakukan aktivitas fisik secara rutin, serta menghindari kebiasaan yang memberikan beban berlebihan pada tubuh dapat membantu menjaga kesehatan sistem muskuloskeletal.Asupan nutrisi juga tidak kalah penting. Kalsium dan vitamin D berperan dalam mendukung kesehatan tulang. Kebutuhan nutrisi sebaiknya dipenuhi melalui pola makan yang seimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.Orang tua juga sebaiknya memperhatikan perubahan postur anak, terutama ketika memasuki masa pertumbuhan. Bahu atau panggul yang terlihat tidak sejajar, tubuh yang cenderung miring, atau salah satu bagian punggung yang tampak lebih menonjol dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan.Skoliosis bukan kondisi yang sebaiknya langsung dianggap sebagai masalah ringan maupun sesuatu yang pasti akan menjadi berat. Setiap kasus memiliki karakteristik berbeda. Hal yang paling penting adalah mengenali perubahan sedini mungkin dan mendapatkan evaluasi medis apabila terdapat tanda yang mencurigakan.Deteksi dini akan memberikan kesempatan untuk mengetahui perkembangan kondisi tulang belakang dan menentukan penanganan yang sesuai. Dengan pemeriksaan yang tepat serta pemantauan secara berkala, berbagai risiko akibat skoliosis dapat dikelola dengan lebih baik sehingga seseorang tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara optimal.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved