Sumber foto: Google

Ancaman Tersembunyi Galon Guna Ulang: Riset UNAIR Ungkap Keterkaitan Senyawa BPA dengan Risiko Alergi!

Tanggal: 2 Agu 2026 07:31 wib.
Isu keamanan pangan dan dampaknya terhadap Kesehatan masyarakat kembali menjadi sorotan publik. Studi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Airlangga (UNAIR) memperluas wawasan medis mengenai bahaya paparan senyawa kimia Bisphenol A (BPA), khususnya yang bersumber dari kemasan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) galon guna ulang berbahan polikarbonat.Hasil penelitian yang telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal internasional bereputasi AIMS Environmental Science edisi 2025 ini mengonfirmasi adanya keterkaitan yang signifikan antara tingkat paparan BPA dengan riwayat serta manifestasi alergi pada tubuh manusia.Temuan Riset UNAIR: Bahaya BPA pada Kemasan AMDKPenelitian yang dipimpin oleh tim akademisi dan ahli Kesehatan lingkungan UNAIR ini berfokus pada analisis kontaminasi senyawa BPA yang berpotensi luruh (leaching) dari wadah plastik keras jenis polikarbonat ke dalam air minum. Wadah jenis ini umumnya digunakan secara luas oleh masyarakat Indonesia sebagai galon AMDK guna ulang.Dalam laporan yang terbit di AIMS Environmental Science edisi 2025, para peneliti menguraikan bahwa BPA merupakan senyawa endocrine disruptor atau pengganggu sistem hormon tubuh. Ketika galon polikarbonat terpapar suhu panas, sinar matahari langsung saat distribusi, atau mengalami gesekan dan proses pencucian berulang kali, ikatan kimia plastik dapat melemah. Hal ini menyebabkan molekul BPA terlepas dan bercampur dengan air yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari.Kaitan Paparan BPA dengan Riwayat dan Reaksi AlergiSalah satu temuan paling krusial dalam publikasi AIMS Environmental Science edisi 2025 tersebut adalah bagaimana paparan BPA secara terus-menerus (kronis) memicu serta memperburuk riwayat alergi pada individu.Para peneliti mengamati bahwa BPA tidak hanya mengganggu sistem endokrin, tetapi juga memodulasi respons sistem kekebalan tubuh (imunologi). Berikut adalah mekanisme bagaimana paparan BPA dari galon AMDK guna ulang memicu respons alergi:Disfungsi Sistem Imun: Masuknya BPA ke dalam tubuh dapat merangsang ketidakseimbangan sel T-helper (Khususnya Th2), yang bertanggung jawab atas reaksi peradangan dan alergi.Peningkatan Produksi Imunoglobulin E (IgE): Paparan BPA terbukti mampu meningkatkan kadar antibodi IgE dalam darah. Kadar IgE yang tinggi merupakan indikator utama tubuh menjadi lebih sensitif terhadap alergen, seperti debu, makanan, atau faktor lingkungan lainnya.Pemicu Gejala Alergi Kronis: Individu yang memiliki riwayat penyakit atopi (seperti asma, rinitis alergi, atau dermatitis atopik/eksim) berisiko mengalami kekambuhan yang lebih sering dan gejala yang lebih parah ketika terpapar senyawa BPA secara konsisten melalui air minum harian.Mengapa Masalah Ini Menjadi Perhatian Kesehatan Publik?Penggunaan kemasan galon guna ulang berbahan polikarbonat di Indonesia sangat masif karena dinilai ekonomis dan ramah lingkungan dari sudut pandang pengelolaan sampah. Namun, aspek keselamatan dan Kesehatan jangka panjang konsumen kini menuntut perhatian yang seimbang dari pemerintah maupun produsen.Para pakar Kesehatan menegaskan bahwa air minum adalah kebutuhan pokok yang dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga, mulai dari orang dewasa, ibu hamil, hingga anak-anak dan balita. Kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak memiliki sistem imun dan organ tubuh yang masih dalam tahap perkembangan, sehingga dampak buruk dari akumulasi paparan senyawa kimia BPA dapat berakibat fatal bagi tumbuh kembang mereka.Laporan dalam AIMS Environmental Science edisi 2025 ini melengkapi berbagai bukti ilmiah internasional terdahulu yang mengaitkan BPA dengan risiko gangguan reproduksi, obesitas, diabetes, hingga potensi penyakit degeneratif lainnya.Mendorong Regulasi dan Solusi Kemasan AmanMenanggapi temuan ilmiah ini, para ahli menekankan pentingnya langkah edukasi kepada masyarakat serta urgensi pengetatan regulasi dari otoritas terkait, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).Beberapa rekomendasi utama yang diusung untuk melindungi Kesehatan masyarakat meliputi:Pelabelan dan Pengetatan Baku Mutu: Mendorong transparansi informasi kemasan pada produk AMDK agar konsumen dapat mengenali jenis plastik yang digunakan.Transisi ke Bahan Bebas BPA (BPA-Free): Mengimbau industri untuk secara bertahap beralih ke material alternatif yang lebih stabil dan bebas dari potensi bahaya meluruhnya senyawa BPA, seperti plastik PET (Polyethylene Terephthalate).Edukasi Penanganan Produk: Mengingatkan konsumen dan distributor agar tidak menjemur galon di bawah terik matahari langsung serta menghindari penggunaan wadah plastik yang sudah tergores atau berumur tua.Dengan terbuktinya kaitan antara paparan senyawa BPA dari kemasan AMDK dan peningkatan risiko alergi sebagaimana dipublikasikan dalam AIMS Environmental Science edisi 2025, kolaborasi antara akademisi, regulator, dan pelaku industri menjadi kunci utama untuk menjamin ketersediaan air minum yang tidak hanya bersih, tetapi juga aman bagi Kesehatan generasi mendatang.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved